BERITA JAMBI – Sambut Hari Puisi sedunia yang jatuh pada 21 Maret, Pria kelahiran Muaro Jambi, sosok inspiratif yang pernah viral sejagat Jambi. Panji Logowo, akan luncurkan buku terbitan kedua, bertajuk Pendemi Covid-19 berjudul ‘Manusia Terakhir’.
Berdekatan pula dengan Hari Puisi Nasional 28 April. Masih ingatkah dengan sosok Panji Logowo? Sempat ramai di beritakan DinamikaJambi.com. Tak tanggung-tanggung, menyita perhatian ribuan pengguna media online se-Jambi.
Oleh karena kisah hidupnya, yang pernah di bully Disabillitas. Meski dengan keterbatasan fisik, berkat semangat menjemput asa, Panji sukses raih lulusan terbaik Universitas Jambi. Pun, keterbatasan tak menyurutkan langkahnya berkarya.
Baca Juga : Pernah di Bully Disabillitas, Panji Logowo : Jangan Lihat Sebelah Mata
Kabarnya, Pria yang memboyong banyak prestasi semasa kuliah ini, segera luncurkan buku kumpulan puisi kedua.
“Kalau buku yang pertama itu, berjudul Huru-Hara. Nah, buku yang kedua ini beda. Tentang pendemi Covid-19 judulnya Manusia Terakhir,” ungkap Panji.
Alasan Menulis Puisi?
Di ketahui sebelumnya, ternyata Pria gemilang ini memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sehingga Ia sengaja menulis ratusan puisi, yang di terbitkan dalam buku cetakan pertamanya, berjudul ‘Huru-Hara’. Untuk di ketahui, buku cetakan pertamanya bertema fenomena sosial dan lingkungan hidup.
Lalu, apa yang menjadi alasan Panji jatuh cinta pada puisi? Ia hanya menjawab, puisi adalah jati dirinya.
Lihat Juga : Sengketa Pilgub Jambi, Said Pariq : Kalau Tak Terima Putusan MK Belajar Politik Lagi, Nanti Saja Ajari
“Puisi itu jati diri, saya bisa berekspresi dengan bebas dengan versi sendiri. Karena saya tidak bisa Demonstrasi, tidak bisa menyuarakan langsung. Ya melalui puisi saya bisa bersuara,” pungkasnya.
Buku Kedua, Manusia Terakhir?
Tidak hanya itu, kabarnya Calon Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jambi ini kembali menulis buku kumpulan puisi.
Kali ini berbeda, Ia menuturkan buku keduanya bertema Pendemi Covid-19. Sengaja mengambil judul ‘Manusia Terakhir’.
Meski terdengar mengerikan, ternyata puisi-puisi dalam buku tersebut kaya akan pesan moral. Alih-alih Manusia Terakhir, menceritakan bahaya virus Covid-19, mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran Protokol Kesehatan.
“Jadi gini, buku kedua itu menceritakan bahaya Covid-19. Kalau kita tidak mengikuti Prokes, tidak pakai masker, tidak mau di vaksin. Maka, tidak menutup kemungkinan kita jadi orang terakhir. Jangan sampailah terjadi hal itu,” tegas Panji.
Lihat Juga Video : Obat Latah, Yuni Wardina Pelihara Monyet Bisa Sembuh..??
Untuk di ketahui, soal buku berjudul ‘Manusia Terakhir’ di perkirakan terbit pada April 2021. Berdekatan dengan hari Puisi Nasional.
Bahkan, atas rasa simpati akan kondisi masyarakat di tengah Pendemi Covid-19. Usai terbit, Panji Logowo mengaku ingin menyerahkan buku Manusia Terakhir pada DPRD Provinsi Jambi. Dengan, di dampingi oleh DinamikaJambi.com.(Tr01)
