Jambi Primadona Kebutuhan Pasar Batu Bara Hingga Persoalan Lalin, Ini Kata Sekda

BERITA JAMBI – Menilik pasar batu bara, asal Jambi yang kini menjadi lirikan pasar nasional, hingga persoalan lalu lintas yang di sebabkan truk pengangkut. Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman angkat bicara.

Sebagaimana di ketahui, truk pengangkut pasar batu bara jambi kini santer di bicarakan. Betapa tidak, belakangan ini tim Kepolisian bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, gencar melakukan penindakan hukum terkait angkutan tersebut.

Baca juga : Kisah 3 Mahasiswa Penjaga Angkringan di Jambi

Bahkan, tercatat beberapa hari ini telah memberlakukan sanksi tilang sebanyak sekitar 100 unit armada. Lalu, sanksi pengandangan 4 unit truk yang tak memiliki surat menyurat, alias bodong juga ditindak oleh kepolisian.

Sudirman, Sekda Provinsi Jambi menuturkan, tingginya mobilitas pengangkut batubara selaras dengan meningkatnya, angka kebutuhan pasar batubara asal Jambi.

Tak main-main, perbulannya mutiara hitam asal Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu, diestimasikan untuk mendistribusikan sekitar 200 ton.

“Kebutuhan batubara, saat ini mencapai 200 ribu (ton). Nah, ini diperkirakan beberapa bulan kedepan, bisa saja meningkat mencapai 500 ribu,” tukas Sekda, Rabu (13/10/2021)

Kendati demikian, Sudirman menuturkan, angin segar itu disisi lain turut membawa dampak tersendiri. Dimulai dari pelanggaran jam operasional, yang semula diatur hanya boleh beroperasi dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Lalu, hal tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas dan over load muatan.

“Jangan parkir dijalan begitu, kan bisa misalnya parkir ditempat-tempat tertentu. Sehingga, kedepannya tak menyebabkan kemacetan. Kemudian, tidak berkonvoi jugalah,” tambahnya.

Antrean SPBU Perkotaan Mengular Jauh

Tak hanya itu, Ia mengakui, dengan tingginya angka kebutuhan Batubara juga membawa tingginya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bagaimana tidak, belakangan ini tampak pemandangan antrean SPBU kawasan perkotaan, turut diramaikan oleh kendaraan roda enam tersebut.

Tak ayal, pihaknya juga telah berkordinasi pada PT Pertamina untuk menambah kuota BBM, di tiap SPBU yang dilalui oleh truk pengangkut batubara.

“Contoh, di SPBU Kota Jambi banyak terjadi antrean yang panjang. Nah, waktu itu juga sudah diurai Kepolisian. Tetapi, Pertamina juga menambah kuota BBM Kabupaten/Kota yang dilalui truk itu,” timpalnya.

Jalur Khusus

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, terkait penyelesaian problematika angkutan batubara ini memerlukan langkah yang kompleks. Mengingat, hal itu berkaitan dengan beberapa aspek. Misalnya, aspek perekonomian, sosial, hingga menyangkut dengan kesejahteraan para supir.

Ia menjelaskan, dibutuhkan solusi yang bersifat jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Salah satunya yakni, adanya jalur khusus angkutan batubara.

“Nah, bahwa kedepannya tidak ada tawar menawar lagi, mesti ada jalur khusus. Bisa itu melalui, sungai, kereta api, atau via darat.” tegasnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Hal ini senada seperti dikatakan oleh Wing Gunariadi, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. Bilangnya, per hari mobilitas angkutan batubara mencapai 2000 kendaraan.

“Perharinya, bisa mencapai 1000 hingga 2000 kendaraan. Apalagi, saat ini batubara harganya lagi naik.” beber Wing. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033