Jadi Wakil Fachrori, Safrial Punya 5 Permintaan

TANJABBAR – Menyatakan siap unjuk gigi di Pilgub Jambi nanti, jadi Wakil Fachrori, Safrial sampaikan beberapa persyaratan, dan permintaan pada Gubernur Jambi itu.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Safrial yang meneken pernyataan mau menjadi Wakil untuk Fachrori Umar, di Pilgub Jambi nanti punya beberapa persyaratan.

Baca juga : Loyalitas PDIP Dipertanyakan, Sekjen Bappilu : Pusat Yang Memutuskan

Adapun persyaratan tersebut, diantaranya yakni proyek Jalan Nasional dan Provinsi harus kelar, alias rampung.

Politisi Partai PDI Perjuangan itu mengatakan, bahwa dirinya menjadi wakil hanya untuk dua orang di provinsi Jambi ini. Pertama Hasan Basri Agus (HBA), dan yang kedua adalah Fachrori Umar.

Pun demikian, untuk jadi wakil Fachrori, Safrial ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Bagi saya, sudah saya katakan jabatan ini bukan segala-galanya. Yang paling penting bagi saya baik sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur, ada lima proyek besar yang harus di selesaikan. Pertama percepatan pelebaran proyek jalan nasional Di Tungkal, Rigid beton di depan rumah bupati. Parit Empat Semau menuju Roro itu harus di beton, karena itu pintu gerbang Jambi. Sekarang sudah mendorong pertumbuhan ekonomi Jambi,” katanya.

Kata Safrial

Sedangkan untuk jalan Provinsi yang harus di selesaikan, jika dirinya menjadi wakil nanti sebagai syaratnya yakni jalan Teluk Nilai yang sempat di janjikan Zumi Zola Zulkifli, ketika itu harus rampung.

Sebab, katanya di tahun ini yang sudah ditargetkan pembangunan jalan Teluk Nilau, yang seharusnya dibangun sepanjang delapan kilo, hanya bisa terlaksananya sekitar dua kilo.

Tambah Safrial

Hal itu, disebabkan adanya pemangkasan anggaran, untuk penanggulangan Covid-19 ini.

“Yang kedua ini Teluk Nilau ini merupakan janji kami, dengan pak Gubernur yang terdahulu Zumi Zola itu dari Simpang Teluk Nilau sampai ke km 91. Tapi karena sesuatu lain hal oke lah, kita berharap kemarin sampai ke Senyerang gitu. Di periode ini ternyata delapan kilo yang kita ajukan itu, karena Covid-19 ini, dipotong enam kilo. Artinya ke Senyerang tidak sampai itu,” ujarnya.

Bupati Tanjabar dua periode ini meminta, agar panjang jalan teluk Nilau yang sempat dipangkas anggarannya itu, untuk penanganan Covid-19 agar kembali di anggarkan.

Dengan demikian,  proyek jalan ini dapat dilanjutkan sehingga sampai dengan target.

“Maka kemarin kita undang pak Gubernur, tolonglah pak gubernur di APBD-P ini yang enam kilo tadi dikembalikan, supaya nanti DAMRI kan lancar dari Teluk Nilau ke Tungkal itu yang saya inginkan,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, bahwa jabatan yang nantinya jika dirinya terpilih menjadi wakil Gubernur, semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Termasuk bagaiamna mendorong perekonomian berjalan dengan baik.

“Jadi jabatan itu bagaimana pembangunan Tanjabar ini, dan umumnya untuk Jambi,” ungkapnya.

Selain itu, jalan yang harus di bangun selain Teluk Nilau ada jalan lain, yang selama ini terbengkalai bahkan nyaris tidak tersentuh.

Jalan itu yakni jalan di KM 101 Bukit Paku – Mersam (red, Kabupaten Batanghari). Jika jalan ini bisa di bangun maka akses perekonomian dari Wilayah Bungo, Tebo akan mudah membawa hasil perkebunan ke Kuala Tungkal.

Lihat juga video : Klik Disini

Dari Kuala Tungkal nantinya hasil perkebunan, dapat langsung dibawa dengan menggunakan kapal Roro menuju luar negri. Selain itu, secara cost akan jauh lebih murah.

” Termasuk 101 sampai ke Bukit Paku Mersam, yang dulu dibuka pak Abdurrahman Sayuti dirawat tidak semuanya. Sudah hancur kalau di tambah enam kilo lagi, Mersam ke Tungkal lebih dekat Mersam, bawak sawit atau apa lebih dekat ke kita,” terangnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033