MUARO JAMBI – Berbagai kabar terus bermunculan terkait tutupnya PT Biccon Agro Makmur (PT BAM). Kabar bakal dijualnya pabrik kelapa sawit di jalan poros Kecamatan Sungai Gelam, hingga nasib para pekerja terus mencuat
Dikonfirmasi terkait hal ini, Riki Bagariang dari PT BAM mengungkapkan kondisi perusahaan yang sudah beraktivitas dari 2013 silam.
“Namanya perusahaan, pasti ada saat naik dan turun. Biasa itu. Kita (PT BAM,red) istirahat sementara,” kata Riki yang ditemui awak media.
Lantas, apakah ini terkait keuangan perusahaan yang dikabarkan bangkrut dan bakal dijual? Riki tak menolak, tapi tak membenarkan. Bilang Riki, perusahaannya memiliki hitungan sendiri dengan kondisi harga pasar CPO.
“Kalau kita produksi rugi Rp 2 Milyar, tapi kalau tidak produksi, kita rugi cuma Rp 500 juta. Tentu pilih yang sedikit,” papar Riki.
Dengan pengeluaran Rp 500 juta untuk kewajiban perusahaan salah satunya gaji pekerja, tak lagi memberatkan PT BAM. Selain itu, Riki menyebutkan pertimbangan perusahaan yang bisa saja merambah bisnis lain, membuat operasional perusahaan menurun.
“Bisa saja, karena kami akan membeli lahan sawit. Tidak menutup kemungkinan toh? Yang pasti, bulan depan akan beroperasi kembali pastinya setelah hari raya idul fitri,” ungkap Riki.
