Industri Karet dan Dampak Ekonomi Jambi

PROVINSI JAMBI adalah salah satu provinsi yang terletak di Pulau Sumatera. Secara geografis, Provinsi Jambi terletak di antara 0,45° – 2,45 lintang selatan dan antara 101,10°-104,55° Bujur timur. Provinsi Jambi yang mempunyai luas wilayah 50.160,05km ini, pada tahun 2021 memiliki jumlah penduduk 3.584.228 jiwa.

Perekonomian di Provinsi Jambi masih di dominasi usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 30,53%, salah satunya adalah pertanian dimana sebagian rakyat jambi memotong pohon karet.

Di Indonesia petani karet menyebar di seluruh provinsi, terutama di Provinsi Jambi. Menurut keputusan Menteri Pertanian nomor 472 tahun 2018, tentang lokasi pertanian nasional kabupaten yang menjadi sentra pengembangan karet nasional meliputi Batang Hari, Muaro Jambi, Tebo, Merangin, dan Sarolangun.

Dengan produksi karet tembus 315,7 ribu ton dengan luas tanah 378,7 ribu hektar. Di sisi lain juga Jambi merupakan sentra produksi karet no 4 di Indonesia.

Peran industri karet di Jambi sangat berpengaruh penting bagi petani. Karena sebagai penghasil devisa melalui kegiatan ekspor, dijadikan sumber penghasil bagi 263.651 petani. Kemudian menyerap tenaga kerja, lalu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, terutama wilayah perkebunan dan membuka peluang usaha

Disini industri berbasis karet di Provinsi Jambi lebih berperan sebagai leading sector dan dalam penciptaan pendapatan bias kepada pemodal, kota dan non petani. Distribusi pendapatan perlu penyempurnaan lebih lanjut agar pendapatan dan harga karet di petani agar menjadi lebih wajar.

Dalam upaya mendukung hilirisasi produk berbahan karet alam di daerah Jambi, BSKJI Kemenperin telah menandatangani kesepakatan dengan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi terkait kerja sama penerapan teknologi industri komoditi unggulan di Provinsi Jambi.

Penulis :

Risky Nurhasanah

Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Jambi

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube