SAROLANGUN – Prihatin mendengar kesusahan warganya hidup di pondok selama puluhan tahun, Bupati Sarolangun, Selasa (8/3/2022) turun langsung dan beri bantuan sampai bedah rumah.
Usai melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah H.Cek Endra bergegas menggantikan Baju Koko putihnya. Dengan baju kuning yang tergantung caping Bupati langsung menuju Karang Mendapo Kecamatan Pauh.
Dalam perjalanan menuju tujuan tersebut Bupati tidak melakukan iring-iringan seperti biasanya tanpa protokoler pemerintahan. Kehadiran orang nomor satu di bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko di Desa Karang Mendapo tersebut untuk menyantuni pasutri yang mengalami cacat fisik dan mental,
Setelah mendengar laporan masyarakat bahwa ada warga yang susah, jiwa sosial dan rasa peduli Bupati Cek Endra terpanggil untuk segera membantu. Orang nomor satu di bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko itu segera mengunjungi dan menyantuni Junaidi (50) beserta istrinya dengan uang pribadi.
Bupati Cek Endra bergegas ke kediaman Junaidi, sebelum melaksanakan agenda kedinasan di kantor Bupati Sarolangun. Tiba di pondok Junaidi, Bupati Cek Endra langsung masuk menemui pasutri itu dan melihat keadaan seisi pondok gelap dan reot termakan usia bahkan jauh dari standar layak.
Sesampai Dipondok tersebut Bupati memberikan santunan bahan makanan. Dari beras, mi instan, telur, minyak goreng, pakaian siap pakai dan segepok uang pribadi untuk biaya hidup Pasutri itu.
Bupati Beri Bantuan Sampai Bedah Rumah
Camat Pauh Jupri, SE, Kades Karmen Deni Wahyudi, dan salah satu tokoh masyarakat serta beberapa kaum ibu warga setempat turut hadir melihat bantuan Bupati Sarolangun
“Ini bantuan dari pribadi sayo, ado beras, mie, telur dan minyak goreng. Ini ado jugo pakaian siap pakai, ganti lah baju kamu tu. Ado jugo duit, cukup lah untuk biaya hidup kamu sampai lebaran nanti,” kata Bupati Cek Endra dengan dialek bahasa setempat.
Sebagai informasi, Junaidi berasal dari Desa Sekeladi Kecamatan Batang Asai dan sudah 35 tahun hidup menetap di tempat ini.
Baca Juga : Bak Malaikat, Ini Upaya PTPN VI Bantu Masyarakat Saat Pandemi
Dengan kondisi keterbatasan pisik dan mentalnya, Junaidi dan istri tidak bekerja dan hidup dengan belas kasihan warga sekitar. Junaidi mempunyai 3 orang anak yang semuanya dibiayai dan dibesarkan oleh warga lainnya yang lebih mampu.
“Insyaa Allah nanti rumahnya kita bangun melalui program ‘Bedah Rumah’. Dan juga akan kita bantu dari dana bansos,” ucap Bupati Cek Endra seraya pamit.
Usai pamit, CE beranjak untuk melaksanakan tugas rutinnya sebagai Bupati Sarolangun. (Ajk)
