SUMATERA SELATAN – Diduga depresi usai di PHK, Wahyudi Irfan (33) nekat mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri. Kejadian ini membuat warga sekampung heboh.
Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya, tergantung tali tambang di rumahnya kawasan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (7/5).
Baca juga : Pasien Sembuh Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi, Waspada
Polisi datang ke lokasi, dan melakukan olah TKP. Kemudian jasad korban dibawa ke rumah sakit, untuk keperluan visum.
Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim mengungkapkan, dari pemeriksaan medis kematian korban murni karena gantung diri.
Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, dan kondisinya menunjukkan ciri-ciri khas gantung diri, seperti mengeluarkan sperma di kemaluan. Serta kotoran dari dubur, dan luka bekas jeratan di leher.
“Dari kesimpulan yang kita dapat, baik hasil olah TKP maupun visum. Korban murni gantung diri, tidak ada tanda kekerasan,” ungkap Azizir, Kamis (7/5).
Terkait penyebab korban melakukan aksi itu, Azizir menyebut masih simpang siur. Hanya informasi dari keluarga yang dinilai, dugaan paling kuat, yakni depresi usai menjadi korban pemecatan atau di PHK.
Korban dilaporkan di-PHK beberapa waktu lalu, sehingga membuatnya sering melamun. Karena bingung memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Korban juga dilaporkan sempat berupaya bunuh diri, dengan cara melukai tangannya dengan carter.
“Dugaannya karena depresi di-PHK, dia selalu memikirkan bagaimana keluarganya. Korban juga pernah mencoba bunuh diri, tetapi ketahuan istrinya,” pungkasnya.
Sumber : Klik Disini
