BERITA VIRAL – Baru-baru ini publik di hebohkan dengan aksi seorang Tokoh Muslim, yang mengajukan petisi hapus 20 ayat di Al Qur’an ke MA. Tak ayal, hal ini sontak buat geger.
Betapa tidak, aksinya yang mengajukan petisi hapus 20 ayat di Al Qur’an ke MA ini, mendapat protes dari berbagai pihak umat muslim.
Baca juga : Menanti Hasil Putusan Pilgub Jambi, Ini Kata Pengamat Politik
Seperti di ketahui, seorang tokoh Muslim India banjir kecaman setelah mengajukan petisi di Mahkamah Agung, untuk menghapus lebih dari 20 ayat di Al Quran karena dianggap tidak asli.
Menyadur Times Of India, Rabu (17/3/2021) Wasim Rizvi mengajukan petisi di Mahkamah Agung India, untuk meminta penghapusan 26 ayat dari Alquran.
“Ayat-ayat ini di tambahkan ke dalam Al-Qur’an, oleh tiga khalifah pertama, untuk membantu ekspansi Islam melalui perang,” jelas Waseem Rizvi, yang merupakan mantan ketua Dewan Wakaf Syiah Uttar Pradesh.
“Setelah (Nabi) Muhammad, khalifah pertama Hazrat Abu Bakar, khalifah kedua Hazrat Umar. Terakhir yang ketiga yaitu Hazrat Usman merilis Al-Qur’an sebagai sebuah kitab,” sambungnya.
Dalam Petisinya
Rizvi dalam petisinya juga mengatakan, bahwa 26 ayat tersebut, memprovokasi kekerasan dan menghasut orang untuk berjihad.
Petisi tersebut langsung membuat publik dan tokoh Muslim di India geram, hingga mengecam aksi Rizvi yang di nilai melukai sentimen umat Islam.
Dewan Hukum Pribadi Syiah Seluruh India dan banyak organisasi Muslim lainnya, telah mengutuk tindakan Rizvi dan meminta MA untuk menolak petisi tersebut.
“Muslim tidak akan menerima perdebatan apa pun, tentang keaslian dan kebenaran ayat-ayat Alquran,” jelas dewan tersebut.
“Tak seorang pun dari Hazrat Imam Ali, imam pertama Syiah. Hingga Imam Hussain atau imam lainnya yang pernah meragukan kebenaran ayat-ayat Alquran,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Hukum Pribadi Syiah, dan juru bicara Maulana Yasoob Abbas mengatakan, jika Rizvi hanya menyebarkan perselisihan.
“Dia mengutip di luar konteks dan mencoba menyebarkan perselisihan. Mahkamah Agung harus segera membuang petisi,” katanya.
Sekretaris Jenderal Dewan Hukum Pribadi Muslim, Seluruh India Maulana Mahmood Daryabadi mengatakan, tidak ada satu kata pun dalam Alquran yang telah di ubah selama 14 abad terakhir.
“Mahkamah Agung harus segera membubarkan petisi. Tidak ada ayat Alquran yang memprovokasi, orang untuk melakukan kekerasan. Wasim Rizvi mengutip ayat-ayat itu di luar konteks,” kata Daryabadi.
Aktivis Abbas Kazmi mengatakan, Wasim Rizvi melakukan hal tersebut, untuk menciptakan keretakan antara Syiah dan Sunni.
“Tidak ada Syiah yang pernah mengatakan, bahwa ada interpolasi apapun dalam Quran. Kami yakin ini adalah kitab yang terungkap,” kata Kazmi.
Pangeran Arcot, Nawab Mohammed Abdul Ali, mengatakan bahwa petisi harus segera dibubarkan karena tidak jelas.
“Petisi yang absurd, sembrono, dan menjengkelkan itu layak untuk di berhentikan sejak awal,” katanya di kutip dari The Hindu.
“Tidak ada satu ayat pun di seluruh Al-Qur’an, yang mempromosikan kekerasan atau terorisme. Jika di baca dalam konteks yang tepat,” jelasnya.
Pangeran Ali
Pangeran Ali juga menjelaskan, jika “Al-Qur’an mengutuk kekerasan dan terorisme yang tidak bisa di benarkan, sementara mengizinkan pembelaan diri”.
“Hanya pembacaan ayat-ayat, yang menyimpang yang keluar dari konteksnya, yang dapat mengarah pada pandangan yang benar-benar salah. Seperti yang diungkapkan oleh Waseem Rizvi,” kata Pangeran Arcot.
Pangeran Arcot mengatakan pengadilan bukanlah, forum atau badan yang tepat untuk memutuskan ayat, mana yang di perbolehkan atau di hapus dari sebuah kitab agama.
“Ini akan menjadi gangguan serius dalam keyakinan agama masyarakat, terkait yang memengaruhi hak mereka atas kebebasan beragama. Jika ada pengadilan yang menerima petisi seperti itu, besok mungkin akan di hadapkan dengan petisi serupa. Hal ini untuk menghapus ayat-ayat, dari buku-buku agama dan kitab suci komunitas agama lain,” ujar Pangeran Arcot.
Sumber : Metroonlinett.com
