TANJABBAR – Karena persoalan utang, remaja SMP di Kabupaten Tanjabbar dibunuh, hingga pelaku sempat menjadi buronan.
Kasus pembunuhan terhadap Inah (18) siswi SMP 1 Betara, Kecamatan Betara seorang remaja di Tanjabbar ini, sempat menggemparkan masyarakat yang akhirnya terungkap.
Baca juga : Pasien Sembuh Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi, Waspada
Tersangka yang diketahui berinisial FR merupakan pembunuh, yang sebenarnya baru dikenal oleh korban selama satu minggu.
FR melakukan pembunuhan tersebut, pada Februari lalu sekira pukul 15.00 wib. Dimana alasan pelaku ini masalah hal sepele, yaitu karena hutang piutang korban kepada tersangka
“Korban meminjam uang kepada tersangka sebesar Rp. 250 ribu. Korban janji untuk mengembalikan uang tersebut, dua hari setelah meminjam. Namum korban tidak bisa mengembalikannya,” ujar Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro saat konferensi pers, Kamis (7/5/20)
Kapolres menyampaikan, bahwa dari pengakuan tersangka, awalnya ingin mengajak korban untuk bertemu, membicarakan terkait pembayaran uang yang di pinjam korban selama ini.
“Namun dari pengakuan tersangka, ketika membahas soal utang yang tidak bisa dibayarkan. Tersangka sakit hati dan kemudian membunuh korban, dengan cara mencekik leher korban,” ungkapnya.
Kata Guntur, kejadian pembunuhan tersebut dilakukan tersangka di kanal kebun sawit, di jalan Pinang merah RT 01 Dusun Karya Jaya Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabbar.
“Jadi janjian itu korban dan tersangka pakai motor satu-satu. Jadi setelah ketemu korban ngajak ke kebun sawit. Setelah itu malahan korban ngeluarkan kata “Bungul (bodoh)”, kepada tersangka dan tersangka sakit hati,” terangnya.
Karena hal itu, tersangka mencekik korban hingga meninggal. Setelah itu, tubuh korban di gulingkan hingga ke pinggir kanal.
Setelah itu tersangka mengambil HP milik korban, yang kemudian membuang kunci Motor yang dibawa korban.
“Jadi korban meninggal kemudian tubuhnya, di gulingkan hingga ke pinggir kanal,” tandasnya.
Pengakuan Tersangka
Sementara pengakuan dari pelaku FR, dirinya membunuh korban karena kesal dan sakit hati.
“Sebenarnya saya tidak ada niat untuk membunuh, dikarenakan perkataan korban. Maka saya sakit hati, ” ungkapnya.
Ia menyebutkan, dirinya hanya menagih hutang kepada korban, yang menjanjikan akan dibayar setelah dua hari.
Lihat juga video : Detik-detik Perawat Bawa Pasien PDP Covid-19 di Kerinci, yang meninggal Usai Dirawat 2 Hari
FR mengakui jika dirinya membunuh korban, dengan cara mencekik di bagian leher hingga tewas.
“Saya menagih hutang Rp. 250 ribu, yang dipinjam korban. Awalnya tidak ada berniat jahat.” Akuinya. (hry)
