Gajah Liar Masuk ke Permukiman, BKSDA Jambi Minta Jangan di Buru

TANJABBAR – Keberadaan seekor gajah liar membuat warga di Desa Tanjung bojo Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai resah.

Pasalnya, kemunculan gajah liar tersebut bukan hanya merusak tanaman padi warga setempat. Namun pada hari ini Minggu (29/12/19) hewan liar ini sudah masuk ke wilayah pemukiman warga.

Parahnya lagi hewan berbadan besar dan liar ini juga merusak dan melahap tanaman perkebunan warga di sana pada malam hari.

Camat Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dian Ismail saat dihubungi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan jika gajah liar tersebut sidah masuk di perkampungan rumah warga Desa Tanjung Bojo Kecamatan Batang Asam.

“ Kalau kemarin baru di persawahan, kini telah masuk ke pemukiman warga,” ungkap Dian.

Dikatakannya, satwa berbelalai itu juga merusak dan menghancurkan tanaman perkebunan warga seperti sawit dan pisang.

“ Sehingga warga setempat mulai resah dengan keberadaan gajah liat tersebut,” Ungkapnya.

Sebelumnya kemunculan gajah liar diketahui warga setempat munculnya sejak 18 Desember 2019 lalu, dan sejak itu hewan berbadan besar ini mulai merusak tanaman warga sekitar.

Kejadian itu pun telah dilaporkan oleh Camat Batang Asam ke pihak UPTD Dinas Kehutanan Tanjabbar dan pihak KSDA Provinsi Jambi untuk dilakukan tindakan mengatasinya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com Kepala Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Rahmad Saleh mengatakan bahwa keberadaan gajah tersebut, tidak berbahaya bagi warga.

Menurutnya, gajah tersebut ingin lari ke hutan, untuk mencari habitat dan wilayahnya.

“Tidak apa-apa, gajah itu mau lari ke hutan.” Singkatnya.

Rahmad juga menyampaikan, gajah tersebut sama halnya yang dilakukan penindakan yang di Tebo, dan Batanghari beberapa waktu lalu.

“Jadi mereka masih mencari wilayahnya, tidak berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah dengan keberadaannya, karena belum mengganggu dan masih sendiri.

“Jadi jangan khawatir, dia cenderung sembunyi ke hutan. Dia takut itu, kalau bisa jangan di buru,” timpalnya. (Hry)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033