Dewan Pertanyakan Kerangka Regulasi Pemprov Ingin Berikan Modal Pada Bank Jambi

BERITA JAMBI – Anggota Dewan Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo, pertanyakan kerangka regulasi Pemprov ingin berikan modal pada bank Jambi, di perubahan anggaran APBD 2021 ini.

Hal ini di sampaikan Wartono, saat di jumpai awak media ini di gedung DPRD Provinsi Jambi, Jum’at (17/09/2021).

Baca juga : Soroti Pembangunan Gedung Baru Bank 9 Jambi, Waka DPRD: Manfaatnya Apa?

Sebelumnya, dalam nota pengantar KUPA dan PPAS tahun 2021, Gubernur Jambi sampaikan rencana penyertaan modal bagi Bank 9 Jambi, senilai 40 Milliar.

Wacana itu pun menuai komentar dari sebagian besar anggota dewan, yang menyoroti rencana penyertaan modal tersebut belum termasuk dalam Ranperda.

Wartono menjelaskan, wacana tersebut belum memiliki aturan hukum yang jelas. Maka, sebagian besar anggota dewan saat ini keberatan dan minta penyertaan modal itu di tunda.

“Belum ada dasarnya ya. Karena memang, dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014, kemudian PP nomor 12 tahun 2019 penyertaan modal itu harus di sertai peraturan daerah,” tegasnya.

Ia juga telah mempertanyakan kerangka regulasi penyertaan modal Bank Jambi tersebut, saat pertemuan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beberapa waktu lalu. Di mana kala itu di hadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman.

Namun, sekda bilang bahwa Pemprov sendiri belum mempunyai alasan yang mendasar, terkait Ranperda tersebut.

“Saya pribadi, juga kurang sepakat hal ini. Kemarin, sudah kita singgung sewaktu rapat Banggar dengan Sekda. Nah, Sekda juga belum mendapat jawaban pasti, di karenakan belum ada perintah dari Gubernur. Namun, saya meyakini semua fraksi akan menolak, jika belum ada kerangka regulasinya,” tambahnya.

Belum Jelas Urgensinya

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tebo ini juga menuturkan, terkait Ranperda Investasi di mana sewaktu masa kepemimpinan Pj Gubernur Jambi, Ranperda tersebut, juga belum mendapat kejelasan lebih lanjut.

Padahal telah melalui proses kajian di Kementrian Dalam Negeri. Maka, suatu kejanggalan apabila wacana penyertaan modal Bank Jambi senilai 40 Milliar itu, di bahas dalam nota pengantar KUPA dan PPAS.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Bahkan, Ia mempertanyakan urgensi kebutuhan 40 Milliar tersebut. Bilangnya, hingga detik ini belum di jelaskan secara rinci oleh Pemprov dan Bank Jambi sendiri.

“Belum, belum di bahas dan juga belum rinci. Kami juga tidak mau membahas, Perdanya belum ada. Kalau Perdanya sudah ada, baru kita membahas penyertaannya.” tutupnya. (Tr01)

 

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033