Perbasi Merangin Rutin Juara, Tapi 6 Tahun Tanpa Bantuan Pemerintah

BERITA MERANGIN – Aneh tapi nyata. Begitulah melihat olahraga basket di Merangin. Perbasi Merangin rutin juara, tapi 6 tahun tanpa bantuan dan perhatian pemerintah.

Cabang Olahraga (Cabor) ini berupaya keras tak hanya bertahan, tapi juga mampu memberikan prestasi. Tak hanya sekali, berkali-kali Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Merangin harumkan nama kabupaten.

“Pada Mei lalu kita juara, meraih emas di Popda Provinsi Jambi 2022. Terakhir Juli, juara pertama basket dalam Kejurprov usia 15-16 tahun,” ungkap Ades Saputra, Sekretaris Perbasi Pengkab Merangin, Kamis (4/8/2022).

Keberhasilan Merangin meraih juara ini tak mudah, penuh perjuangan. Lihat saja, Perbasi berangkat sendiri padahal ini ajang OPD terkait seperti Disdik dan Disparpora.

Bermodal 1 juta, pengurus Pengkab Merangin kemudian secara sukarela menalangi biaya hingga 15 juta.

“Iuran dari para pengurus. Kita iuran secara sukarela, jangan sampai Merangin malu tanpa wakil. Sayang sekali atlet kita berprestasi kalau tidak ikut,” kata Ades.

Menjaga marwah Merangin yang juara di dunia basket, perjuangan pengurus tak sia-sia. Mereka berhasil juara dengan hasil mengerikan.

Tim basket Merangin menumbangkan Sarolangun dengan skor jomplang, 104-49 di Semi Final. Padahal, Sarolangun saat itu tuan rumah.

“Di Final kita bertemu dengan Sungai Penuh, kita menang 104-52,” ungkap Rudi Ermanto, Wakil Ketua II Perbasi Merangin.

Entah harus bangga atau miris, faktanya Perbasi tak mendapat perhatian layak. Sudah 6 tahun mereka tak dapat anggaran, pembinaan atau apa pun itu.

Selama kurun waktu itu, mereka sumbangan sukarela mengirimkan perwakilan demi marwah Merangin. Apalagi, mereka sangat tak ingin Merangin jadi juru kunci.

“Sejauh ini, Taekwondo dan Basket selalu aktif berkegiatan. Walau pun tanpa bantuan,” kata Rudi lagi.

Yang bikin dada makin sesak, ternyata hanya Merangin yang tak ada anggaran dari 11 kabupaten/kota. Sarolangun yang lebih muda dari Merangin, setidaknya mengalokasikan 22-37 juta/tahun.

Juara Tanpa Lapangan

Semakin lengkap penderitaan, selain anggaran, soal fasilitas juga Merangin juara bersama Tanjabtim. Hanya 2 kabupaten ini tak memiliki lapangan, setidaknya indoor.

“Bagaimana kami mau membuat even, sementara lapangan tak ada. 2 kali sudah provinsi meminta, tapi ya bagaimana,” kata Rudi.

Baca Juga : Lucunya Sidak Wali Kota Bogor, Videoin Tukang Bangunan Tertidur

Sebagai juara, Merangin tentu menyedot perhatian. Tapi lapangan terbuka seperti di DPRD Merangin, tentu tak layak dan malah merepotkan.

Sedangkan even di Sarolangun, berlangsung di GOR. Termasuk even daerah lain, berlangsung di indoor.

Sudahlah tak ada anggaran, apresiasi untuk Perbasi atau atlet yang juara pun nyaris tak ada. Mungkin sekedar jamuan makan malam, layaknya apresiasi pada atlet.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube