OPINI – Masa Pandemi Covid-19 masih saja melanda negeri ini. Semua sektor dan masyarakat terkena dampak dari adanya wabah virus yang bermula dari Wuhan China tersebut. Tak terkecuali bagi para orang tua yang harus terbebani, kebijakan pembelajaran Daring.
Betapa tidak, semua orang harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berbeda. Kita sering menyebutnya dengan kata New Normal. Kita harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan ini. Salah satu sektor yang sangat berdampak dengan adanya Pandemi ini, adalah sektor pendidikan.
Baca juga : Persoalan Besar Bangsa Indonesia di Bidang Pendidikan
Hal ini di karenakan anak-anak kita tidak dapat pergi ke Sekolah seperti masa sebelum pandemi. Anak-anak hanya dapat belajar dari rumah, atau melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara Daring (Dalam Jaringan).
Pembelajaran daring bukan hanya menjadi beban bagi peserta didik, tetapi juga pembelajaran daring juga menjadi beban bagi orang tua. Hal ini di karenakan beban orang tua menjadi bertambah. Selain harus sibuk mencari nafkah untuk keluarga, orang tua juga kini memiliki tugas tambahan yang tidak kalah penting bagi anak-anaknya yaitu sebagai Guru.
Jadi, orang tua memiliki dua peran di rumah yaitu, yang pertama sebagai orang tua dan yang kedua sebagai Guru.
Orang tua sebagai Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan anak. Beberapa yang harus di lakukan oleh orang tua dalam berperan sebagai guru antara lain :
-
Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak
Dalam pembelajaran daring ini, anak sangat membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai untuk menunjang pembelajarannya. Beberapa yang harus di sediakan oleh orang tua adalah Gadget maupun laptop, untuk menunjang belajar anak.
Selain itu, orang tua juga harus memastikan ketersediaan internet di rumah. Hal ini sangat di butuhkan anak, dalam mengikuti pembelajaran daring di sekolah. Mungkin berat bagi sebagian orang. Karena tidak semua orang tua memiliki keuangan yang cukup, dalam memenuhi sarana pendidikan anak.
-
Memberikan semangat dan motivasi kepada anak
Selanjutnya, dalam pembelajaran daring seperti saat ini, orang tua mempunyai kewajiban dan peran yang sangat besar, dalam memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anaknya dalam mengikuti PJJ. Orang tua juga hendaknya dapat menjadi motivator bagi anak, menggantikan peran guru di sekolah.
Beberapa anak mungkin akan mengeluh dengan banyaknya tugas, yang harus mereka kerjakan. Bahkan mungkin yang lainnya akan merasa bosan, dengan pembelajaran daring. Selain itu, terkadang juga muncul berbagai masalah yang di hadapi siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai. Namun sudah di tambah dengan tugas yang lainnya.
Di sinilah peran orang tua, mempunyai peran penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anaknya untuk selalu semangat belajar.
-
Mengarahkan anak
Ini merupakan peran yang sangat penting yang harus di lakukan oleh orang tua. Jangan sampai anak kita terlalu asik dengan gadget nya, sampai melupakan kewajibannya sebagai siswa. Jangan sampai anak kita malah asik dengan game yang ada di hp nya, dari pada tugas sekolahnya.
Berita lain : Fakta Bansos 2021, Penerima Banyak Dari Keluarga Kades dan Lurah
Kemudian, orang tua harus menanyakan dan mengecek, apakah tugas-tugas anak kita sudah di kerjakan atau belum. Kita harus mengarahkan anak kita, agar tidak terlalu sibuk dengan game di hp, tapi mereka harus mengerjakan tugasnya terlebih dahulu.
Inilah beberapa hal yang harus di lakukan oleh orang tua, dalam perannya sebagai guru di rumah. Semoga kita sebagai orang tua tidak bosan, dalam melaksanakan peran tersebut. Mudah-mudahan Pandemi covid-19 ini segera berakhir, dan anak-anak kita dapat mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa. Sehingga anak dapat maksimal, dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.
Penulis : Ardianto, S.Pd, SD Negeri 200/I Jati Mulyo
