JAMBI -Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Provinsi Jambi, Selasa (7/8/2018) menggelar pelatihan desain dan pewarnaan batik Provinsi Jambi.
Pelaksana Tugas (PLT) Deskranasda Provinsi Jambi, Rahima Fachrori membuka langsung kegiatan tersebut di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Sebanyak 50 orang peserta dari Kabupaten Kota Provinsi Jambi mengikuti kegiatan agar semakin banyak mendapatkan pengetahuan dan menciptakan desain baru untuk batik Jambi diwadahi oleh Deskranasda Provinsi Jambi.
“Dekranasda sebagai salah satu wadah menghimpun pecinta dan peminat seni dan kerajinan. Dalam hal ini Deskranasda Provinsi Jambi harus mampu melindungi produk kerajinan serta mengembangkan usahanya,” kata Rahima.
Sebagai mitra dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Deskranasda Provinsi Jambi tentunya turut mendukung peserta agar terus bersemangat mendukung kemajuan batik jambi.
Melalui batik, Rahima berharap semakin banyak pengrajin yang berminat sehingga membantu meningkatkan pendapatan daerah. Serta membantu memberikan pekerjaan untuk anak muda Provinsi Jambi.
“Kami selalu mendukung kemajuan batik jambi, pengrajin pun jadi tambah banyak, pendapatan daerah jadi bertambah, bertambah banyak anak yang ikut bekerja,” harapnya.
Selanjutnya, Ketua Harian Deskranasda Provinsi Jambi, Ariansyah mengatakan kegiatan pelatihan berlangsung selama 4 hari. Lima orang pelatih didatangkan langsung dari Yogyakarta dan Cirebon untuk memberikan ilmu kepada seluruh pengrajin.
“Kita ambil dari wanita-wanita dari seluruh kabupaten kota. Kota Jambi ada 30 orang masing-masing Kabupaten ada 2 orang. Ini diharapkan ada transfer ilmu dari pelatih dan instruktur yang telah ternama. Nah kita ambil ilmunya bagaimana orang mengetahui batik jambi,” beber Ariansyah.
Beberapa waktu yang lalu batik Jambi pernah dibawa ke Milan. Hal tersebut membuktikan bahwa batik Jambi telah mendunia.
Ariansyah menuturkan, untuk terus mempertahankan batik di kancah internasional, masyarakat Provinsi Jambi diharapkan turut mendukung dengan cara tidak segan memakai batik jambi.
“Bagaimana kita memviruskan orang untuk memakai batik jambi, jangan hanya di momen-momen tertentu saja. Kalau pegawai sekarang pada hari jumat. Tapi bagaimana diharibesar dihari acara-acara menggunakan batik,” ucapnya. (NRS).
