Anggota Polda Ini Dianiaya Seniornya? Propam Turun Tangan

HUKRIM – Seorang anggota Polda Jawa Barat di duga dianiaya oleh seniornya, hingga mengalami luka dalam. Atas kejadian ini Propam Polda Bandung, langsung turun tangan.

“Tim dari Propam Polda Jabar sudah bergerak untuk menyelidiki,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, Selasa, 11 Agustus 2021.

Baca juga : Alhamdulillah Turun Drastis, Berikut Update Terbaru Covid-19 di Jambi

Di tegaskan Kabid Humas, bahwa Propam sudah bergerak dan bekerja. Tentunya, dalam mengusut dugaan anggota Polda Jabar yang dianiaya seniornya tersebut.

“Jadi sekarang sedang berupaya mengusut tuntas kejadian kemarin itu,” kata Erdi saat di hubungi.

Menurut Erdi, saat ini Propam sudah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Sekarang sedang di lakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait kejadian ini,”tuturnya.

Keterangan Kuasa Hukum

Terpisah, kuasa hukum korban anggota Polri, Hotma Agus Sihombing mengatakan, bahwa klinennya yang merupakan anggota polisi di Polda Jabar mengalami luka-luka.

“Polisi berpangkat Bripda tersebut di duga di aniaya oleh seniornya. Insiden tersebut di alami oleh Bripda DH anggota polisi, yang baru di lantik. Ia mengalami dugaan penganiayaan itu pada, Rabu (28/7) lalu.

Korban sendiri di ketahui, merupakan anggota Dit Samapta angkatan 45,” jelasnya, Selasa, 11 Agustus 2021.

Hotma menambahkan, bahwa korban di duga telah mengalami penganiayaan dan pengeroyokan, yang di duga di lakukan anggota Subdit Dalmas Dit Samapta Polda Jabar. Angkatan 44 dengan cara di pukul dengan tangan kosong ke bagian perut, mengakibatkan korban di rawat di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Hotma mengatakan akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka dalam.

“Bahkan, korban sempat mendapatkan operasi besar sebanyak dua kali. Selain itu, mengalami trauma,” katanya.

Hotma menuturkan, sejauh ini belum di ketahui motif penganiayaan tersebut. Pihaknya pun mendorong agar Polda Jabar, mengusut insiden tersebut.

“Meminta Propam dan Reskrimum Polda Jabar mengusut dan memproses secara tuntas, terduga para pelaku penganiayaan.  Dan atau pengeroyokan terhadap korban,” tuturnya.

Berita lain : Warga Muaro Jambi Bakal Dapat Bansos Beras, Berikut Rinciannya

Pihaknya juga meminta Polda Jabar menghukum, dengan memecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para pelaku, bila terbukti bersalah.

“Meminta Kapolda Jabar untuk menjamin pemulihan kesehatan dan mental korban agar dapat bertugas kembali,” pungkasnya.

 

Sumber :  Pojoksatu.id

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube