Ancaman Narkoba Semakin Menjadi. BNN Sebut 46 Ribu Pengguna Yang..

JAMBI – Bahaya narkoba terus mengancam penduduk Indonesia termasuk Provinsi Jambi. Peredaran narkotika dan obat obatan terlarang makin mengkhawatirkan dengan terdata lebih dari 46 ribu warga yang terlibat dalam jaringan dan penyalahgunaan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Drs M Toha Suharto mengatakan peredaran narkoba sudah menyasar kaum remaja bahkan anak-anak. Dari data BNN, terdapat 8 ribu pengguna aktif.

“Data terakhir menunjukan 46 ribu lebih hampir mendekati 47 orang (terlibat narkob),” terang Toha Suharto saat jumpa pers usai memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) 2017 bertempat di kantor BNN Provinsi Jambi, Kamis (13/7).

Dikatakan Toha, dari data yang diperoleh pihaknya ada beberapa kategori masyarakat Jambi yang terlibat pemakaian narkotika, dimana 23 ribuan masyarakat Jambi yang mencoba pakai dan 8755 orang Jambi merupakan pemakai aktif.

Sementara itu, Untuk yang kecanduan dengan menggunakan suntik sendiri menurut Toha ada 200 orang, sebelas ribuannya menggunakan nonsuntik.

“Ini sudah menyasar keanak-anak, Dari 100 anak itu ada 2 orang terlibat (2 persen), ini yang sangat memprihatinkan lagi,” Jelas Toha.

BNN sendiri menurut Toha terus melakukan penindakan untuk mengatasi masalah tersebut baik itu rehabilitasi maupun penindakan yang bersipat pemidanaan (hukuman).

“Sepanjang 2016 sampai 2017 ini total tersangka 57 orang,” sebut Toha.

Untuk pencegahan, Toha menjelaskan pihaknya terus melakukan penyuluhan untuk memberi pemahaman tentang bahaya narkotika itu sendiri. Target dari sosialisasi tersebut menyasar kesekolah-sekolah maupun tempat-tempat lain.(Tem).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *