MERANGIN – Polisi kembangkan kasus dugaan kecurangan PPPK Guru, dan telah memeriksa kepala sekolah. Pj Bupati Merangin, menanggapi pemeriksaan anak buahnya di Polres Merangin.
Dugaan kecurangan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru, Pj Bupati Merangin H Mukti mengaku Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah turun guna memanggil P3K yang terindikasi curang.
“BKN turun ke Merangin untuk memanggil P3K guru yang terindikasi diminta keterangan, selain itu BKD, Dinas Pendidikan juga dipanggil,” kata Mukti pekan ini di Rumah Dinasnya.
Dikatakan Mukti, pihak BKN juga meminta data-data para PPPK guru yang terindikasi curang, seperti Surat Keputusan (SK).
Disisi lain, kasus dugaan kecurangan P3K ini telah dilaporkan Ormas Pekat IB ke Polres Merangin.
“Iya silahkan gak apa-apa, kalo terindikasi ada kecurangan, bisa kepala sekolah bersangkutan diperiksa, agar lebih terang, kalo memang nanti betul ada kecurangan dapodik-nya,” tambah Mukti.
Saat ini pihak Polres Merangin telah melakukan penyelidikan kasus dugaan kecurangan P3K.
Diam-diam, polisi memeriksa sejumlah pihak terkait seperti Panselda, Kepsek bahkan operator dapodik.
Diam-diam pula, polisi memeriksa 6 kepala sekolah terkait.
Baca Juga : Giliran Kepsek Tersangkut PPPK Guru Merangin Jalani Penyelidikan
Diketahui, dugaan kecurangan P3K guru di Merangin mencuat pasca pengumuman hasil kelulusan, adanya tenaga honorer yang bukan guru lulus seleksi P3K, operator, TU, honorer di instansi lain, bahkan tak pernah mengajar sebagai guru.
Selain itu, adanya dugaan gratifikasi dalam perekrutan seleksi P3K guru di Merangin yang diumumkan kelulusannya 1067 orang.
