Ada 3630 Kesempatan Kerja Terbuka di Job Fair Yang Dibuka Gubernur

JAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP, MA mengemukakan bahwa pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota bekerjasama dengan dunia usaha dan pihak terkait berusaha untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja. Daya yang kompetitif dari angkatan kerja tersebut, diharapkan bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh para perusahaan dan berbagai instansi.

Hal itu disampaikan Zola dalam Pembukaan Pameran Bursa Lowongan Kerja, bertempat di Lobi WTC Batanghari Jambi, Sabtu (18/11) siang.

Dalam rekrutmen tenaga kerja, Zola berharap agar perusahaan-perusahaan di Provinsi Jambi mendahulukan tenaga kerja Jambi. Selain itu, Zola berpesan agar perusahaan juga memberikan hak-hak tenaga kerja, sehingga hubungan perusahaan dengan tenaga kerja harmonis.

“Perhatikan hak tenaga kerja. Hubungan perusahaan dengan tenaga kerja adalah mutualisme,” ujar Zola.

Zola menyatakan, dalam pameran bursa lowongan kerja ini, 32 perusahaan yang beraktivitas di Provinsi Jambi memberikan 3.600 lebih lowongan kerja, dan berharap agar para pencari kerja di Provinsi Jambi memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

“Ini kesempatan yang sangat baik, jangan sampai dilewatkan,” jelas Zola.

“Saya ucapkan terimakasih kepada perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam pameran bursa lowongan kerja ini, semoga event ini bisa membawa manfaat maksimal,” pungkas Zola.

Pameran bursa lowongan kerja yang dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 November 2017 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, bekerjasama denga para perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya.

Zola menjelaskan, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja diantaranya pemberian beasiswa pendidikan dan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK). Gubernur berharap, beasiswa pendidikan, pelatihan di BLK, dan berbagai upaya lainnya bisa meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja di Provinsi Jambi, untuk mengisi lowongan kerja yang ada di Provinsi Jambi dan di luar Provinsi Jambi, baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang selanjutnya turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, dimana sebagian indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat adalah menurunnya angka kemiskinan dan menurunnya angka pengangguran.

Zola mengungkapkan, angka kemiskinan di Provinsi Jambi tahun 2016 menurun dibandingkan tahun 2015, dari 9-an % tahun 2015 menjadi 8-an % tahun 2016, persentase pengangguran menurun, dari 4,34% pada tahun 2015 menjadi 4 % tahun 2016, dimana hal tersebut merupakan imbas dari program pro kerakyatan dan padat karya yang dilakukan oleh pemerintah bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Mengenai pelatihan BLK, untuk tahun 2017 ini, kata Zola, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan seleksi, dan dari seleksi tersebut didapat 61 orang calon tenaga kerja, yang kemudian diberikan pelatihan, untuk kemudian dimagangkan ke Jepang, dan akan terus diuayakan ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Pada kesempatan tersebut, diberikan BPJS Award kepada Bupati Muaro Jambi, Walikota Jambi, Bupati Batanghari, dan Walikota Sungai Penuh. Selain itu, diberikan penghargaan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Desa Pudak, Desa Talang Duku dan Desa Mendalo Darat Kabupaten Muaro Jambi. (Hmsprov)