Ternyata, Yang Ditabrak Setnov Bukan Tiang Listik? Lalu Apa..?

JAKARTA –  PT PLN (Persero) memastikan bahwa yang mobil yang mengangkut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, tidak menabrak tiang listrik. Mobil Toyota Fortuner berkelir hitam bernomor polisi B 1732 ZLO tersebut menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU).

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Aries Dwianto mengatakan, di atas‎ tiang yang ditabrak Toyota Fortuner hitam tersebut terdapat lampu.

“Jadi itu bukan tiang listrik. Itu tiang PJU karena di atasnya ada lampu,” kata Aries, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Terkait dengan peletakan tiang listrik di jalan raya, Kepala Satuan Komunikasi Korporat I PLN, Made Suprateka, mengungkapkan, PLN selalu mempertimbangkan berbagai aspek dalam menanam tiang, termasuk aspek keselamatan.

“Kalau penempatan tiang sudah ada aturannya, tata letaknya sudah diatur, memperhatikan aspek keselamatan. Kalau memang salah, sudah dicabut pemda,” tutur Made.

Menurut Made, PLN mengunakan beberapa tipe tiang listrik dengan material yang berbeda, untuk tiang beton biasanya digunakan sebagai penyangga kabel Jaringan Tegangan Menengah (JTM), sedangkan tiang besi digunakan untuk Jaringan Tegangan Rendah‎ (JTR).

“Memang tiang itu biasanya terdiri dari beberapa bentuk, tegangan menengah pakai beton, itu patah dampaknya kalau ada tabrakan akan parah. Kalau tiang lain tegangan rendah dia pakai besi itu bukan besi biasa. Itu pelat ditekuk kemudian di las. tetapi rasanya kekuatan tidak terlalu kuat, kalau kita lihat ada beberapa tepat (yang bengkok),” tutur Made.

Sebelumnya, tersangka e-KTP, Setya Novanto, mendapat perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo usai kecelakaan, pada Kamis, 16 November 2017.

Dokter RS Permata Hijau yang menangani Setya Novanto, Bimanesh Sutarjo, mengatakan hanya Ketua DPR itu yang terluka. Padahal, dia berada di kursi penumpang saat kejadian.

“Yang saya terima hanya Pak Setya Novanto. Yang saya terima kemarin hanya beliau. Yang bawa ajudannya,” kata Bimanesh, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Wakil Ketua MPR, Mahyudin, mengatakan ajudan Setya Novanto tidak terluka karena memakai sabuk pengaman. Sementara, Setya Novanto yang duduk di belakang tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Dia bilang sopirnya enggak apa-apa. Karena sopir di depan pakai safety belt. Saya di belakang tidak pakai sehingga pas kejadian saya terlempar, kata beliau,” ucap Mahyudin setelah menjenguk Setya Novanto.

Mahyudin mengatakan Setya Novanto hendak ke KPK sebelum terjadi kecelakaan. Sebelum ke KPK, Setya Novanto juga berencana ke DPD 1 Golkar.

“Tapi dia bilang rencana ingin ke KPK mendatangi, menyerahkan diri, memberi keterangan. Tapi sebelumnya ingin ketemu teman-teman DPD 1 Golkar dulu. Mungkin akan mendampingi ke KPK,” tutur Mahyudin.

Sumber : Merdeka.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page