SAROLANGUN – Warga Seko Besar Kecamatan Pauh Senin (26/03) sekira pukul 11.00 Wib, mendadak heboh dengan penemuan mayat kakek tua di pondok dalam kebun karet.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mayat kakek yang berusia 80 tahun itu adalah warga Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan yang diketahui bernama Umar.
Penemuan mayat kakek tersebut diketahui oleh Burhan Bin Jahri. Saat itu, Burhan pergi dari pondoknya untuk menyadap Karet. Usai melakukan penyadapan seperti biasa, ia langsung mendatangi pondok Umar. Sesampai di pondok, Burhan langsung memanggil Umar namun Burhan tidak mendapat balasan.
Sudah berkali-kali memanggil umar dan tak ada jawab, Burhan memberanikan diri membuka pintu pondoknya. Ketika pintu pondok dibuka, betapa terkejutnya Ia melihat Posisi Umar dalam keadaan telentang dan dibagian wajah telah dikerumuni lalat.
Merasa Umar tidak bernyawa lagi, kemudian Burhan langsung balik ke pondoknya dan memberitahukan kepada H. Yanto yang tak lain adalah mertuanya.
Setelah memberitahukan kepada mertuanya tersebut, keduanya bergegas memberitahu kepada 6 orang lainnya yakni Ali, Tarjoni, Tamrin, Yadi, Anas dan Kasur.
Mendapat informasi tersebut, Kasur bersama rekannya mendatangi pondok Umar untuk mengurus Jenazah Umar.
Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana Sik.M.Ap melalui Paur Humas Ipda Azhari Lubis membenarkan kejadian tersebut.
“Iya benar, penemuan mayat kakek rentan tersebut terjadi di Kilometer 32 Desa Seko Besar Kecamatan Pauh,” katanya.
Berdasarkan hasil interogasi dari saksi-saksi katanya, bahwa saksi menerangkan jika sebelumnya Umar sudah mengalami sakit biri-biri dan penyakit asma yang di alaminya selama kurang lebih enam bulan.
“Kalau keterangan dari saksi, kakek ini sudah sakit, pada hari kamis tanggal 22 maret 2018 saksi Burhan melihat jika kakek ini di pondoknya sudah dalam keadaan sakit parah dan tidak dapat berjalan,” jelas Paur Humas
Setelah para saksi mengurusi jenazah kakek rentan tersebut, tepat pukul 2000 Wib, jenazah langsung dikebumikan di Desa Seko Besar. (Ajk)
