Perusahaan Raksasa di Merangin, Group Sinarmas Tak Salurkan CSR?

MERANGIN – Perusahaan di Merangin tak menyalurkan CSR jadi sorotan publik. Terbaru, perusahaan raksasa di Merangin, PT KDA Sinarmas Group diduga kuat tak salurkan kewajibannya itu.

Publik pun makin heran, usai keluhan masyarakat Desa Langling, giliran warga setempat, Forum Pemuda Batin IX Ilir mendatangi langsung PT Kresna Duta Agroindo, Selasa (18/2/2025).

Hal ini turut jadi perhatian Dapot hasudungan Siagian, mantan pekerja perusahaan sawit di Pamenang, PT Graha. Pengalamannya di pabrik dulu, berbeda dengan kondisi perusahaan sawit saat ini, yang terkesan melupakan kewajiban.

“Kita mengikutinya dari PT SGN, yang sampai dewan ngamuk dan viral. Nah sekarang, malah perusahaan besar yang diduga tak menyalurkan CSR. Ada apa?,” kata Dapot.

Ia menduga, Corporate Social Responsibility (CSR) atau juga disebut Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) disediakan perusahaan, namun diduga ada permainan.

“Karena sulit dipercaya, perusahaan sebesar PT KDA, group Sinarmas kok tidak menyalurkan TJSL? Apa mungkin ada, tapi tidak sampai?,” katanya bertanya-tanya.

Sesuai amanat Undang-undang, perusahaan, sambung Dapot, berkewajiban menyalurkan CSR sebesar 2-4 persen dari keuntungan.

Baca Juga : Desa Langling Protes CSR Perusahaan, Surati Pemkab hingga Kementrian

Berdasarkan pengalamannya di perusahaan lalu, Dapot menghitung estimasi keuntungan PT KDA, dan potensi CSR yang dibagikan. Ia kemudian membandingkan penyaluran CSR PT Graha kalau itu.

“Saat itu, kami mendata kebutuhan utama. Misalkan saat itu kebutuhan air. Kita tau, sawit ini kuat sekali dengan air. Jadi kita bantu kebutuhan air warga dengan bantuan sumur bor,” katanya.

Dengan bantuan tersebut, masalah dampak air ke warga, sangat terbantukan. Selain itu, kebutuhan lain bisa jadi tempat penyaluran CSR perusahaan.

“Perusahaan tinggal berdiskusi dengan pemerintah setempat. Baik camat, lurah, desa, karang taruna, Pemuda, mahasiswa atau elemen lain. Apakah butuh perbaikan jalan? Sekolah? Atau sarana kesehatan? Mana yang prioritas,” terang Dapot.

Karena itu, Ia jadi terheran-heran dengan permasalahan yang dikeluhkan warga Pamenang ke PT KDA, maupun warga Bungo Antoi ke PT SGN. Dimana, fungsi dan tugas OPD selama ini?

Baca Juga : PTPN IV Regional 4 Bantu Ekonomi UMKM Ternak BUMDES

Ia berharap, dewan benar-benar bekerja, memperjuangkan masalah ini. Jangan sampai kewajiban, malah diabaikan.

“Patut kita pertanyakan, dimana peranan OPD terkait yang mengawasi ini? Bagaimana dengan Forum CSR yang ada? Dan dewan, tinggal panggil mereka-mereka ini. Awasi, jangan nanti menghilang tanpa kabar,” katanya tertawa.

“Tolong diawasi, sampai benar-benar terlaksana. Terutama nanti, pada pemerintahan yang baru,” tandasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube