MERANGIN – Tepat sebulan lalu, PT Sumber Guna Nabati (PT SGN) viral usai diamuk di Lintas Komisi DPRD Merangin. Namun kemudian muncul, Ketua RT keluhkan PT SGN, yang diduga belum berbenah.
Hal ini terungkap media ini, saat bertemu RT 16 D Desa Bungo Antoi Kecamatan Tabir Selatan.
Rukun Tetangga (RT) yang berada di depan pabrik PT SGN itu terungkap blak-blakan, oleh Ketua RT, Edi Supardi, Kamis (20/2/2025) siang.
Bilangnya, PT SGN tak pernah memberikan lagi bantuan. Warga, tak pernah mendapatkan apapun dari PT SGN, terutama sejak pergantian kepengurusan, take over.
“Bahkan walaupun dengan permintaan warga,” katanya.
Warga pun kesal, lantaran tak ada bantuan, mereka harus berhadapan dengan bau limbah kolam, debu maupun kepulan asap yang menghiasi RT tersebut.
“Kalau dulu kami masih mendapatkan bantuan berupa sembako, dan susu yang di berikan setiap bulan, dan lambat lambatnya 3 bulan sekali,” katanya.
Bahkan untuk keperluan ke RT an, masih di berikan bantuan uang setiap bulannya sebesar Rp 900 ribu.
“Tetapi semenjak 2 tahun terakhir bantuan untuk kebutuhan ke RT an tidak pernah diberikan lagi,” keluhnya.
Edi mengingat kepemimpinan Marolop Siahaan yang masih peduli dan memperhatikan lingkungan sekitar. Kepergian Marolop, sikap perusahaan berubah drastis.
Agustusan
Yang bikin Edi kecewa, untuk sekedar kegiatan agustusan saja permintaan dukungan warga ternyata tak juga dipedulikan.
“Untuk acara Agustusan saja, kami minta bantu tidak pernah di bantu. Jadi keberadaan kami tinggal di depan perusahaan seperti tidak ada,” ujarnya.
Baca Juga : CSR PT SGN Kelola Sendiri, Klaim Tepat Sasaran, Pemdes Bantah Keras
Terpisah KTU PT SGN Afrizal Agus, saat di konfirmasi terkait dengan keluhan ketua RT 16 D, mengatakan akan mencari informasi terlebih dahulu, Dan akan melaporkan ke manajemen PT SGN.
“Kalau soal pak RT ya, nanti kita cari tau dulu sebab saya tergolong baru, dan nanti akan kita sampaikan ke manajemen perusahaan PT SGN,” Ungkapnya singkat.
