BERITA JAMBI – Berhentinya angkutan batubara, sopir travel senang campur sedih. Pemerintah diharapkan bertindak cepat.
Jasa angkutan tentu merasa senang dengan lancarnya lalu lintas. Biaya operasional tak membengkak, terutama saat kemacetan berlangsung.
“Waktu tempuh bisa cepat. Penumpang atau paket bisa terjangkau. Berbeda kalau macet, kita harus buru-buru mengambil sisi jalan,” bilang Heri, sopir travel, Minggu (7/1/2024).
Namun demikian, sebagai sesama sopir, Ia merasa sedih. Terutama pada sopir yang memang mengantungkan hidupnya pada angkutan batubara.
“Kasian ya kalau sopir, mobil sendiri. Ia harus mengejar setoran, untuk dapur, biaya anak,” katanya.
Ia pun berharap, pemerintah segera menyelesaikan jalan khusus angkutan batubara. Juga dengan perusahaan, untuk bersedia membantu.
“Kalau jalan khusus sudah selesai, kan enak jalan umum tidak rusak. Malu kita dengan kalimantan, pakai jalan khusus. Kalau selesai, angkutan batubara bisa jalan, angkutan umum jadi lancar,” katanya.
Baca Juga : PKL Pecel Lele Dukung Sopir Protes Penutupan Angkutan Batubara
Ada pula Joni, sopir travel lain berharap agar angkutan batubara tetap jalan. Selain untuk sopir, juga menjaga ekonomi pedagang.
Namun begitu, Ia berharap sopir angkutan batubara tertib dijalan, tidak ugal-ugalan.
“Apalagi yang ngeblong itu, merusak ketertiban. Tolong tertibkan,” katanya.
