PKL Pecel Lele Dukung Sopir Protes Penutupan Angkutan Batubara

BERITA JAMBI – Protes penutupan angkutan batubara melalui jalan umum sejak 1 Januari 2024, tidak hanya dilancarkan para sopir. PKL dan pedagang pecel lele turut memberikan dukungan.

Video menunjukkan sekelompok orang yang mengaku sebagai sopir batubara dari beberapa kabupaten, Kamis (4/1/2024) meramaikan media sosial.

Mereka menyampaikan rencana aksi damai yang dijadwalkan akan dilaksanakan di kantor Gubernur Jambi pada tanggal 6 Januari mendatang.

Dalam salah satu video berdurasi 30 detik, kelompok tersebut memberikan ancaman akan melakukan pemblokiran jalan apabila tuntutan mereka tidak direspons.

Protes terhadap kebijakan pembatasan angkutan batubara melalui jalan umum itu terjadi di Jambi Seberang, Rangkiling Simpang, Sarolangun serta aksi dari sopir di Tebo.

Perkumpulan sopir batu bara dan pedagang kaki lima Pecel lele di Kabupaten Batanghari juga mengumumkan rencana aksi serupa melalui video.

“Kami sopir batubara dan seluruh pedagang kaki lima, pecel lele yang ada di Muara Tembesi dengan ini menyatakan apabila hauling batubara di jalan nasional menuju pelabuhan Jambi tidak dibuka, maka kami akan mengadakan aksi damai di Kantor Gubernur Jambi pada tanggal 6 Januari 2024,” ucap pria dalam video tersebut.

Mereka mendesak agar gubernur membuka angkutan batubara melewati jalan nasional paling lambat pada 6 Januari 2024.

Gubernur Minta Jalur Sungai

Mendapat protes dari berbagai pihak, Gubernur Jambi, Al Haris, memilih konsisten dengan keputusan tersebut. Haris mengatakan, pengangkutan batu bara seharusnya dilakukan melalui jalur sungai.

Baca Juga : Pemilu 2024 Semakin Dekat, Gubernur Dorong Penyelesaian Jalan Khusus Batubara

Gubernur meminta pemegang IUP dan perusahaan batu bara untuk turut membantu pembangunan jalan khusus guna mengurangi beban jalan nasional. Ada 3 perusahaan yang tengah jadi sorotan terkait hal ini

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube