BERITA JAMBI – Terkait soal pasien asal Merangin, yang kabarnya belum sembuh tapi sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit baru-baru bukan ‘diusir’ atau di suruh pulang. Akan tetapi sesuai pemeriksaan dokternya, kondisi pasien sudah stabil. Berikut penjelasan pihak RSUD Raden Mattaher Jambi.
Sebelumnya di ketahui, salah satu anak pasien asal kabupaten Merangin, Abu Hakim mengeluh terkait pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi. Bahkan, Ia juga kecewa dengan keputusan pihak rumah sakit, karena memperbolehkan pulang pasien yang menurutnya belum sembuh.
Baca juga : 172 Wisudawan Ikuti Wisuda Pertama Universitas Nurdin Hamzah Jambi
“Kondisi bapak saya itu itu belum ingat dengan saya, masih lemah juga. Tapi sudah boleh pulang,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak RSUD Raden Mattaher Jambi, akhirnya buka suara. Seperti yang di sampaikan langsung oleh dr Nidia SPS, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com pada Rabu (17/11/2021).
Ia menjelaskan, mengapa alasan pasien atas nama Patahurahman tersebut di perbolehkan pulang. Hal ini juga menurut pemeriksaan yang di lakukan, kondisi pasien sudah stabil.
“Pasien struk sudah dalam kondisi stabil, tidak gawat maupun gawat darurat. Kondisinya sudah stabil,” kata dr Nidia.
Ia juga menjelaskan, setelah di lakukan pemeriksaan lebih lanjut, di temukan bahwa pasien memiliki riwayat penyakit struk, dengan keluhan tidak dapat bicara.
Setelah di lakukan perawatan dan pemeriksaan, setelah hari ketiga, kondisi pasien mulai membaik. Sudah mulai bisa duduk dan bicara, walaupun belum bisa berbicara banyak.
“Saat di tanya perawat sudah makan, pasien bisa jawab bilang sudah. Gitu, selain itu tensi nya pun juga tidak pernah lebih dari 140. Atau dengan kata lain, tensi darahnya stabil,” terangnya.
Kondisi Pasien Stabil
Selanjutnya, mengenai kondisi pasien setiap melakukan visit, dr Nidia selalu menjelaskan kondisi pasien kepada keluarganya. Bahkan, Ia juga memberikan edukasi tentang kesehatan pasien kepada keluarga.
“Setiap visit selama 6 hari itu, saya selalu menjelaskan kepada keluarga pasien, tentang kondisi kesehatan pasien. Saya juga selalu berikan edukasi kepada pasien. Karena kondisi sudah stabil makanya di perbolehkan pulang. Dan daya pun juga menjadwalkan kepada pasien untuk melakukan kontrol lagi, setelah pulang tersebut,” jelasnya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Terakhir, mengenai pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi yang di keluhkan anak pasien, perawat yang merawat pasien mengaku selalu memperhatikan kondisi pasien.
Catatan : Untuk kata ‘diusir’ pada berita sebelumnya itu bukan diusir oleh pihak rumah sakit. Akan tetapi, melainkan sebuah ungkapan pasien yang di suruh pulang oleh pihak rumah sakit, sementara pihak keluarga mengaku bahwa kondisi pasien masih lemah dan belum ingat.
(Nrs)
