BERITA POLITIK – Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Muaro Jambi, kian mendekat. Berikut tanggapan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muaro Jambi, Ahmad Haikal.
Sebagaimana di ketahui, masa periode Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi tak genap setahun lagi.
Baca juga : Tinjau 5 Tempat Isolasi di Jambi, Kapolda: Bisa Tampung 450 Orang
Mengingat Pemilihan Bupati, yang kini di menangkan oleh Masnah Busro beserta Bambang Bayu Suseno itu, di gelar pada 15 Februari 2017 lalu.
Itu artinya, pesta demokrasi 5 tahunan sekali itu, tak lama lagi akan di gelar. Meski, memang kabarnya Pilkada akan di gelar secara serentak pada 2024 mendatang.
Terlepas dari hal itu, tampaknya pembahasan soal Pilbup ini kian mencuat. Betapa tidak, Muaro Jambi sendiri, terdapat sederetan Tokoh Masyarakat, yang kini duduk di kursi strategis.
Seperti halnya, Masnah Busro, Bambang Bayu Suseno yang masing-masing berpeluang. Lalu, Ahmad Haikal yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi.
Kemudian, Ivan Wirata yang kini melenggang ke DPRD Provinsi Jambi. Tak lupa, Agustian Mahir yang juga pada Pilbup sebelumnya mencalonkan diri.
Di tambah lagi, Yuli Setia Bhakti Ketua DPRD, sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Muaro Jambi.
Tentunya, nama-nama tersebut merupakan sederetan tokoh, yang berpotensi bertarung pada hajatan politik mendatang.
Lantas, bagaimana Pilbup tersebut dalam Kacamata Politik Ketua DPC PKB Muaro Jambi. Apalagi, mengingat saat ini mendapat Kursi Unsur Pimpinan DPRD?
Bukan Seperti Pinangan Pernikahan
Pada Dinamikajambi.com, Ahmad Haikal mengatakan, partainya cermat dalam meminang maupun dipinang dalam koalisi.
“Tahun ini seru. Koalisi partai itu, bukan seperti pernikahan jodoh laki-laki dan perempuan. Ada banyak syarat, bukan karena suka sama suka saja,” ungkapnya, (26/07/2021).
Haikal menambahkan, sejatinya tiap partai mewajibkan koalisi, jika tak memenuhi 20 persen perolehan bangku legislatif setempat.
Itu artinya, selain memperhatikan figur dari partai, tentunya juga memperhatikan rambu-rambu yang ada.
“Misalkan ya, PKB dan PAN berkoalisi. Ketua PKB masih Ahmad Haikal, Ketua PAN Ibu Masnah. Tentu, di sini ada batasan, tidak mungkin saya Calon Bupati, Ibu Masnah Wakilnya. Karena, aturan tidak membolehkan, saat ini Bu Masnah menjabat sebagai Bupati,” tegasnya.
Apakah Itu Kode PKB dan PAN Berkoalisi?
Sempat menyinggung nama Masnah Busro, akankah hal tersebut berupa isyarat terjadinya Koalisi 2 partai besar itu?
Dewan 4 Periode di Kabupaten Muaro Jambi ini, masih enggan menjawab secara terang-terangan. Bilangnya, saat ini percakapan politik antar partai belum mencuat.
Mengingat, pelaksanaan Pilkada kemungkinan di gelar pada 2024 mendatang. Apalagi, dalam penentuan bertarung secara sendiri atau berkoalisi, kembali pada perolehan kursi legislatif.
“Kalau saat ini pembahasan sudah mulai, tapi kalau Pilkada di tahun 2022. Kalau misalkan, di 2024 mendatang. Tentu, kembali pada hasil perolehan Pileg dong,” tukasnya.
Berita lain : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Hari ini PAN dan PKB mencukupi, tapi kan kalau di 2024 besok kita belum tau,” tambahnya.
Terakhir, Dewan asal Mestong ini mengatakan, selain memperhatikan jumlah perolehan kursi legislatif. Tak lupa, tetap memperhatikan soal figur calon kandidat tersebut. (Tr01)
