3 Juni Hari Sepeda Sedunia, Demam Sepeda Hingga Bike To Work

NASIONAL – Laman media sosial, ramai dengan ucapan Hari Sepeda Sedunia yang memang peringatannya pada 3 Juni sejak 2018 lalu. Berikut sejarahnya, demam sepeda hingga bike to work jadi tren.

Untuk pertama kalinya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 3 Juni sebagai World Bicycle Day atau Hari Sepeda Sedunia. Peringatan yang di sepakati dalam pertemuan rutin Majelis Umum PBB pada 12 April 2018 tersebut diadopsi oleh 193 negara anggota.

Pada abad ke-19, melansir Nationalgeographic ketika munculnya sepeda mengubah masyarakat di seluruh dunia.

Kala itu, sepeda merupakan disrupsi teknologi, mirip dengan smartphone hari ini. Selama beberapa tahun ke depan pada 1890-an, sepeda menjadi barang yang harus dimiliki setiap orang. Ia merupakan alat transportasi yang cepat, terjangkau, bergaya, dan bisa membawa Anda ke mana pun dan kapan pun Anda ingin pergi dengan gratis.

Hampir semua orang bisa mengendarainya. Mulai dari Sultan Zanzibar, Tsar Rusia, kelas menengah hingga kelas pekerja di seluruh dunia memiliki sepeda mereka sendiri. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, masyarakat bisa bergerak dengan bebas sesuka hati. Tidak perlu kereta kuda yang mahal.

Kegiatan Populer

Pada 1898, bersepeda menjadi kegiatan yang populer di Amerika Serikat sehingga menurut New York Journal of Commerce, mengalahkan bisnis restoran dan bioskop.

Orang yang menciptakan sepeda adalah pria asal Inggris bernama John Kemp Starley. Pada 1885, ketika berusia 30 tahun, ia mulai melakukan eksperimen di bengkelnya.

Starley membuat sepeda yang di gerakkan rantai dengan dua roda yang lebih kecil. Setelah beberapa kali membuat prototipe, ia mendapatkan hasil seperti apa yang kita lihat sekarang.

Baca Juga : Patroli di Kerinci, Kapolda Jambi Kendarai Sepeda

Ketika pertama kali tampil pada pameran sepeda tahun 1886, penemuan Starley menarik minat banyak orang. Namun, dua tahun kemudian, ketika sepeda dipasang dengan ban pneumatik yang baru ditemukan—membuatnya lebih aman dikendarai—hasilnya menggila.

Pembuat sepeda di seluruh dunia pun bergegas menawarkan versi mereka sendiri. Ratusan perusahaan baru muncul untuk memenuhi permintaan sepeda yang membludak. Saat penyelenggaraan Stanley Bicycle Show di London pada 1895, 200 pembuat sepeda memamerkan 3.000 model.

Komunitas Bike to Work

Sementara di Indonesia, sepeda kemudian menjadi bagian hidup. Seperti Komunitas Bike to Work Indonesia yang lahir pada 2005. Komunitas ini berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung (Komunitas Jalur Pipa Gas).

Melansir Skor.id, kemacetan di ibukota jadi salah satu yang mendasari berdirinya komunitas ini. Komunitas B2W, demikian kependekannya, juga hadir di beberapa kota besar Tanah Air.

Ketua Bike to Work Indonesia, Poetoet Soedarjanto, mengatakan hingga 2021, setidaknya ada Komunitas B2W di 100 kota di Indonesia. Tak sekadar bersepeda menuju kantor, ada empat kegiatan utama yang rutin dilakukan oleh Komunitas Bike To Work di Indonesia.

Selain mengkampanyekan bersepeda untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor ke tempat kerja. B2W juga rutin memberikan edukasi tentang aturan, adab dan pengetahuan umum lain terkait penggunaan sepeda sebagai sarana mobilitas.

Baca Juga : HUT 75 Pemkot Jambi, Lansia 68 Tahun Berhasil Gowes 17 Kilometer

Kemudian, ada juga kegiatan advokasi dengan pemangku kebijakan agar para pesepeda juga mendapatkan hak atas rasa aman saat berkendara.

Sementara pejabat yang populer dengan sepeda, Anies Baswedan yang tak lain Gubernur DKI Jakarta, mengayuh sepeda dari kediamannya ke tempat kerja. Hal ini untuk memperingati Hari Sepeda Dunia yang jatuh setiap 3 Juni 2021.

Anies melakukan gowes bersama komunitas Bike to Work Indonesia.

“Pagi kita akan bike to work bersama teman-teman bike to work Indonesia,” kata Anies mengutip dari akun Instagram pribadinya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page