Akibat Maraknya Tambang, Populasi Genderuwo Terancam Punah?

BERITA VIRALTak hanya alam dan hewan yang mendapatkan efek dari area tambang. Ternyata, efek lain dari maraknya tambang ini tak hanya sampai di situ. Bahkan, para dedemit (Makhluk Halus), seperti Genderuwo pun di yakini terancam punah akibat dari aktifitas tambang tersebut.

Melansir dari Ronggo.id, Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani tersebut terkenal sebagai pusat tempat jual beli genderuwo. Stigma tersebut melekat di luar masyarakat Besowo maupun daerah luar Tuban.

Baca Juga : Viral, Karena Sibuk Kerja, Wanita Ini Lupa Kalau Punya Rumah Seharga 1,5 M

Selain itu, tak ada tanda-tanda yang menyeramkan di Desa Besowo sendiri sebagai pengahsil genderuwo, karena aktifitas warga sekitar sama seperti masyarakat lainnya.

Pusat Jual Beli Genderuwo

Penggiat Kesenian dan Kebudayaan Kecamatan Jatirogo Ragil mengatakan, bahwa yang membangun stigma bahwa Desa Besowo sebagai pusat jual beli makhluk astral tersebut adalah masyarakat umum.

“Berhubung banyak dukun yang bertransaksi genderuwo, akhirnya Desa Besowo di cap sebagai daerah yang melakukan penjualan genderuwo dan warga sekitar pun biasa saja tidak begitu paranoid seperti masyarakat luar yang memandang angker, padahal iya kayak desa-desa pada umumnya,” ujarnya, Senin, (18/01/2021).

Ia juga tidak menapik adanya proses jual beli makhluk tersebut. Karena, memang bisnis tersebut masih ada sampai hari ini.

Lihat Lainnya : Manfaatkan Lahan Sempit Diatap Rumah, Dedi Hasilkan Jutaan Rupiah Perbulan

Kebayakan orang yang datang ke Besowo untuk membeli genderuwo adalah daerah Jawa Tengah dan wilayah Pantura.

“Rata-rata orang yang beli genderuwo untuk jaga kebun atau jaga hewan ternak. Agar tidak ada maling yang berani masuk ketika di kasih genderuwo,” katanya.

Masyarakat yang ingin membeli genderuwo di salah satu dukun biasanya membawa persyaratan. Seperti gula, kopi, rokok, teh, dan lainnya yang nanti akan di serahkan ke dukun bersangkutan.

“Untuk harga sendiri bervariatif atau dipatok sesuai kebutuhan klient. Yakni berkisar antara 1 sampai 3 juta,” terangnya.

Ragil Genderuwo sapaan akrabnya menambahkan, genderuwo biasa di ambil dari pohon besar atau dari hutan Kalang dan lainnya. Biasanya, si dukun akan memberikan segumpal tanah, nantinya untuk ditaruh di lokasi atau tempat yang ingin dijaga.

Lihat Juga : Geger, Seorang Kakek Nekat Setubuhi Gadis Muda Yang Terkena Gangguan Jiwa

Masih menurutnya, adanya tambang yang merusak lahan dan hutan tersebut juga menjadi ancaman bagi populasi genderuwo. Sebab, genderuwo sendiri di yakini hidup di pohon-pohon besar yang ada di wilayah itu.

“Nantinya genderuwo jaga apa kalau tanahnya habis di keruk buat tambang. Pada prinsipnya genderuwo itu juga bagian dari jaga kebun dan ladang,” ujarnya.

Karena manusia dan mahluk lainnya tidak lepas dari hubungan alam sekitar dan Tuhan. Adanya tambang-tambang tersebut juga akan menggusur tanah pertanian masyarakat sekitar.

“Sekarang banyak profesi genderuwo di ambil oleh manusia, untuk jaga proyek tambang, sedangkan populasi genderuwo terancam punah,” pungkasnya sambil berkelakar.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page