JAMBI – Belum setahun diresmikan, lantai jembatan RTH Taman Anggrek di Kawasan Telanaipura Kota Jambi, sudah ada yang ambruk atau patah. Dewan ingatkan kerja yang benar.
Sebagaimana diketahui, sejak dibangun awal tahun 2019 lalu, jembatan RTH Taman Anggrek Sri Soedewi tersebut kerap kali jadi sorotan publik.
Baca juga : 8 Pasien Positif Covid-19 di Jambi Sembuh, Berikut Datanya
Bagaimana tidak, selain beberapa kali ditunda peresmiannya karena ada kesalahan teknis pembangunan, kondisinya pun dikawatirkan dapat membahayakan pengunjung.
Tak ayal, pembangunan yang menghabiskan dana miliaran rupiah yang bersumber dari anggaran APBD dan APBN ini, terus menjadi sorotan.
Pertama, pada awal pembangunannya diduga kayu yang dipakai tak sesuai spek, sehingga kerap kali lepas dan pecah.
Selanjutnya, kondisinya setelah dibangun juga goyang, karena terlalu dikit tiang penahanan. Sehingga diperlukan waktu 2 Minggu, untuk dilakukan perbaikan kembali.
Hingga akhirnya, akhir tahun 2019 baru dapat diresmikan oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada Selasa (03/12/2019).
Pun demikian, lebih kurang 6 bulan setelah diresmikan, lantai jembatan RTH Taman Anggrek tersebut mulai ada yang ambruk, sehingga perlu dilakukan perbaikan.
Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar bagi publik, mengingat pembangunan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini terkesan asal jadi. Karena, belum setahun sejak diresmikan waktu lalu, fasilitasnya belum maksimal dirasakan masyarakat.
Tanggapan Dewan
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto angkat bicara.
Edi mengatakan, bahwa sejauh yang ia tau, pembangunan RTH Taman Anggrek Sri Soedewi ini, menggunakan anggaran APBN. Sehingga tidak dapat berkomentar banyak, mengingat bukan ranahnya selaku dewan Provinsi.
“Setau saya itu menggunakan anggaran APBN, Cipta Karya kalau tidak salah yang mengerjakan itu. Kalau APBN kan ranahnya DPR RI,” kata Edi saat dikonfirmasi awak media, usai rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis (02/07/2020) sekitar pukul 15.20 wib.
Pun demikian, selaku dewan perwakilan rakyat, ia juga menyarankan kepada pihak terkait yang mengerjakannya, untuk berhati-hati dalam melaksanakannya.
“Sama juga kan dengan yang di danau Sipin itu, ada Joging Track sempat ambrol.” Bebernya.
Lihat juga video : Klik Disini
Untuk itu, ia minta kepada insan pertikal yang mengerjakan pembangunan tersebut, untuk dapat kerja yang baik. Mengingat, sangat disayangkan uang rakyat, jika tidak digunakan dengan hasil yang maksimal.
“Sudahlah, kita bekerja dengan baik saja lah. Kasian uang rakyat, kasian kita bayar pajak. Rakyat membutuhkan pelayanan prima dari kita,” tukasnya menutup sesi wawancara. (Nrs)
