Selama 2 Tahun, 10 Penderita HIV Meninggal Dunia

TANJABBAR – Selama dua tahun belakangan ini, sudah 10 orang penderita HIV di Kabupaten Tanjabbar meninggal dunia.

Kasus HIV setiap tahunnya selalu ditemukan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca juga : Meski Kemarau Kemingking Panen Padi, Bupati Masnah Beri Apresiasi

Buktinya, setidaknya dari 2018 hingga 2019 terdapat 26 kasus HIV yang ditemukan. Dan 10 orang penderita HIV ini, meninggal dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tanjabbar, Ermayanti melalui bagian pengelola program HIV, Yundri.

Ia menyebutkan bahwa di tahun 2018, tercatat ada 5 orang meninggal dunia. Kemudian di tahun 2019, ada 5 orang.

“Jadi, itu mereka sudah dalam keadaan aids. Dalam waktu dua atau tiga bulan, tidak tertolong lagi,” ujar Yundri.

Dirinya menyebutkan bahwa kasus 2018, ditemukan sebanyak 13 orang. Begitupun pada tahun 2019, ditemukan sebanyak 13 orang warga Tanjabbar yang terkena HIV.

Kasus Mobile VCT

Temuan kasus ini berdasarkan mobile VCT (voluntary counselling and testing), yang diartikan sebagai konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS).

“Orang-orang yang berpotensi terkena HIV, adalah kalangan remaja dan ibu hamil. Penindakan yang dilakukan sebagai pencegahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar, yaitu dengan melakukan mobile VCT. ” Ungkapnya.

“Jadi kegiatan itu rutin kita lakukan selama dua kali dalam satu tahun, kita bukan nunggu pasien datang. Jadi memang tracking orang-orang yang rentan, terutama penyedia layanan sex, lokalisasi,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya melakukan mobile VCT di lapas-lapas yang ada. Menurutnya, lapas juga menjadi bagian monitoring dengan orang-orang, yang bisa disebut sebagai faktor resiko.

“Mobile VCT itu yang kita datangi orang-orang yang faktor resiko. Dalah satunya itu lapas atau tahanan, termasuk wanita PSK,” terangnya.

Secara khusus, bilangnya ada dua tempat penyedia layanan sex, di Kabupaten Tanjabbar yang sebenarnya telah dilakukan penertiban.

Lihta juga video : Kecelakaan Beruntun 4 Unit Mobil, Pajero Naik Ke Atas Honda Jazz

Meskipun memang masih terpantau ada beberapa warga ex lokalisasi, masih yang masih melakukan kegiatan tersebut.

“Kita tracking itu ya dari mulut ke mulut. Kita juga ada Tim Penyelidikan Epidemiologi(PE), jadi kalau ada info mereka itu tim kita yang akan mengunjungi. Ada dapat info yang orang rentan itu kita kunjungi,” tutupnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033