JAMBI – Kritikan terhadap aksi Inspeksi Mendadak (Sidak) Gubernur Jambi, Zumi Zola di RSUD Raden Mattaher pada Jumat (20/1) dini hari, mendapat apresiasi berbagai kalangan. Namun sebaliknya, aksi orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, malah mendapat respon negatif. Respon seperti “perlawanan” dari kalangan pekerja kesehatan menyebar di jejaring sosial.
Salah satunya akun bernama Maisarah Umminya Alfath yang menjadi viral di media sosial pada Minggu (22/1). Komentar yang menuliskan data bekerja di Pemprov ini, menuliskan aksi sang Gubernur seperti aksi preman.
“Pak m hasan ar.. Tuh gaya koboi..tendang2 tong sampah..gebrak meja.. .yah kalo gak Mau dibilang preman…niru2 gaya polisi grebek kost mesum” tulis Maisarah.
baca juga : Kritikan Pada Aksi Sidak, Netizen Jambi Ramaikan Surat Terbuka Dukungan Pada Gubernur
Tak hanya itu, akun yang menuliskan data pernah belajar di SMUN 10 Palembang itu juga menuliskan beberapa kalimat “perlawanan” pada kritik netizen. Seperti pada kalimat penyusup
Baca Juga : Tekadnya Menjadi Dokter Spesialis Jantung Untuk Masyarakat Jambi, dokter Verry Kini Siap Melayani
“Ini para penyusup ini semuanya pengintil zumizola…wajarlah bela aksi preman bosnya..” tulisnya.

Aksi akun yang diduga sebagai PNS di RSUD Raden Mattaher ini mendapat banyak kecaman. Bahkan, tak sedikit yang meminta akun ini untuk dilaporkan ke pihak berwajib. Selain memuat ungkapan kebencian, netizen menyebut akun sudah mempermalukan Gubernur
“Dalam UU ITE termasuk delik aduan, walaupun bukan bapak Gubernur Jambi, tetapi ada TIM yg merasa dirugikan. Segera Lapor ke Polda di Cyber Crime” tulis Rani Nitami
