JAMBI – Masih ingat Eti Maryanis, pasien Rumah Sakit Raden Mattaher yang mengaku dimarahi perawat dan disuruh pulang? Keluhan warga Batanghari ini, ternyata bertolak belakang dengan jawaban Plt Dirut RSUD RM, Iwan Hendrawan.
Dikonfirmasi awak media, Iwan mengatakan bahwa pasien tersebut harus menjalani kemoterapi.
“Pertama kita harus tahu kronologis riwayat penyakit dan tindakan medis yg dilakukan, jangan cuma mendengarkan satu sisi saja, nanti yg rugi pasienya juga karena pasien ini harus di kemoterapi yg butuh waktu panjang,” jelas Iwan melalui pesan whatsapp.
Pihak Rumah Sakit, bilang Iwan, selalu berupaya yang terbaik untuk melayani masyarakat. Semua punya Standar Operasional Prosedur (SOP) medis bukan sesuai keinginan pasien.
Terkait hal ini, Plt Dirut telah menerima tanggapan dari kepala ruangan dan bidan yang menangani pasien.
“Ini jawaban dari kepala ruangan dan bidan yang menangani pasien, hari sabtu / tgl 2 juni 2016. Pagi ini sudah diklarifikasi mengenai pasien itu pak. sudah ketemu dokter maupun bidan yg tugas jaga saat pasien pulang. pasien itu sudah diperbolehkan pulang hari ke 3 oleh dokter Kandungan yang nangani, karena luka operasi sudah kering hanya saja pasien malas mobilisasi (gerak) dan pasien juga sudah diedukasi untuk berobat jalan/kontrol dan di instruksikan oleh dokter untuk dilakukan kemo dan tidak ada bidan yang marah marah dan saat pulang juga sebenarnya tidak ada komplain kronologis sudah dibuat pak dan tadi pagi sudah dibahas dgn pak diryan dan pak kabid perawatan,” keterangan tersebut.
Mengenai pasien yang ragu untuk kontrol ulang ke RSUD, Iwan mempersilahkan untuk kontrol ulang dan jika ada keluhan diminta agar dapat disampaikan ke unit pengaduan agar dapat disampaikan langsung kepadanya.
Sebelumnya diberitakan, Eti Maryanis pasien dari Kecamatan Muara Tembesi mengeluhkan tentang pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi.
Jika Rumah sakit menyebutkan bahwa pasien sudah boleh dipulangkan, sebaliknya pengakuan Eti malah masih merasakan sakit pasca operasi pengangkatan kista.
Bilang Eti, Ia masih belum bisa berdiri, namun dipaksa untuk berdiri dan berjalan usai operasi kedua. Operasi sebelumnya, dinyatakan belum bersih.
“Waktu kami disuruh pulang dari rumah sakit itu baru dua malam kami menginap dan belum bisa berjalan. Tapi kata perawat yang pakai baju biru, (Coas) itu sudah harus pulang karena sudah sesuai peraturan rumah sakit. Padahal, saya benar benar belum sanggup berjalan tapi dikatakannya saya malas bergerak,” katanya saat dikonfirmasi.
Eti juga mengatakan bahwa dirinya harus kontrol kembali pada hari Rabu (06/06) ini. Namun Ia takut, jika kembali tidak dilayani. Eti mengaku sempat menangis saat pulang dari RSUD, sebab menahan sakit.
“Waktu pulang dari Rumah Sakit, saya sampai menangis akibat nyeri di perut saya, tapi tetap disuruh pulang,” lanjutnya. (Ali Kucir)
