40 Persen Sekolah di Tanjabbar Siap Belajar Tatap Muka

BERITA JAMBI – Tahun pembelajaran baru di masa Pandemi COVID-19, proses pembelajaran tatap muka akan di laksanakan. Sejauh ini, 40 persen Sekolah di Tanjabbar telah siap belajar tatap muka.

Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tahun 2021.

Terkait akan di laksanakan nya pembelajaran tatap muka tersebut, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sejauh ini, baru 40 persen sekolah sekolah yang siap untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka. Namun hal ini akan kembali dilakukan pertimbangan, dengan melihat kondisi dan situasi kedepannya.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Martunis. Ia menyebutkan, bahwa baru 40 persen kesiapan sekolah di Tanjabbar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Belum sepenuhnya 100 persen yang siap, sesuai dengan edaran Kementerian.

Baca Juga : 6 Mobil Sport Dugaan Seludupan dari Batam Diamankan Polres Tanjabbar

“Siap dalam hal ini artinya siap secara segi administrasi, perlengkapan protokol kesehatan. Ini sudah kita sosialisasikan ke Kelompok sekolah, sebagian besar yang disarankan di SKB 3 Menteri. Kemudian juga kita ada satgas sekolah yang nantinya koordinasi juga dengan wali murid,” Ujarnya.

Tidak Semua Sekolah Belajar Tatap Muka

Kata Martunis, 40 persen sekolah yang siap tersebut merupakan hasil tinjauan ke sejumlah sekolah. Sementara 60 persen sekolah lainnya belum di lakukan peninjauan, dan ini di mungkinkan akan bertambah.

“Jadi kita lihat nanti seperti apa persiapan mereka. Sesuai dengan SKB 3 Menteri bahwa aturan tatap muka ini juga di kembalikan kepada pihak sekolah, apakah siap atau tidak,” Katanya.

“Akan tetapi kita tetap berikan arahan. Kadang-kadang yang di sebutkan siap mereka itu belum tentu juga siap atau sesuai standar SKB 3 Menteri tadi. Jadi, memang betul-betul harus kita tinjau,” timpalnya.

Ia menyampaikan bahwa, selama ini sekolah di Kabupaten Tanjabbar kebanyakan melakukan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan secara di luar jaringan. Adapun pelaksanaannya, di lakukan di mana siswa yang hadir tidak seperti biasanya dan dengan jam belajar yang di kurangi

“Selama ini kebanyakan daring, karena melihat anak didik yang tidak semuanya bisa memiliki HP. Jadi, sebagian ada yang daring dan kebanyakan daring,” ungkapnya.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Di sisi lain, Martunis juga menyinggung soal pengolahan dana bantuan operasional sekolah yang beberapa sekolah sudah menggunakan untuk membeli perlengkapan untuk proses belajar mengajar tatap muka.

“Setidaknya ada 216 Sekolah Dasar dan ada sekitar 46 Sekolah Menengah Pertama baik yang Negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Tanjabbar.” Pungkasnya. (hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube