MUARA BULIAN – Bertempat di Pondok Pesantren Arrahman Litahfidzil Qur’an Muara Bulian, Selasa (6/2) pagi, Bupati Batanghari yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Informasi Kemasyarakatan dan SDM, Setda Batanghari, Irwan, A.Md. SP menghadiri acara wisuda tahfidz pertama dan Tabligh Akbar.
Hadir pada acara tersebut, Gubernur Jambi diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesehahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi, Drs. H. Apani Saharudin, Almukarrom Syekh Ali Jaber dari jakarta, KakanKemenag Batanghari, Kepala BNNK Batanghari, Pimpinan Pontren Arrahman KH. Abdul Rahman, perwakilan OPD Batanghari, para guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, peserta wisuda tahfidz dan undangan lainnya.
Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli mengatakan, bahwa kegiatan wisuda ini merupakan yang pertama kali ada di Batanghari.
Patut disyukuri, karena akan muncul ahli-ahli Qur’an dan penghapal Al-Qur’an yang akan memakmurkan agama di pelosok-pelosok desa dalam wilayah Batanghari. Semoga dengan adanya wisuda ini banyak orang tua yang berkeinginan anaknya menjadi penghapal al-qur’an sehingga terjauh dari kegiatan-kegiatan yang dapat menghancurkan masa depan diri dan keluarganya.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari juga mengucapkan banyak terima kasih kepada almukarrom Syekh Ali Zaber dan bapak Gubernur Jambi yang sudah sudi hadir dan nantinya memberikan arahan dan tausiah kepada masyarakat Batanghari terutama dikecamatan Muaro Bulian,” jelas Bupati.
Dalam tausiahnya, Syekh Ali Zaber menungkapkan bahwa harus bersyukur dengan keadaan yang ada di Indonesia terutama di kabupaten Batanghari yang aman, damai, tentram jauh dari pertikaian meskipun dengan latarbelakang yang berbeda baik itu suku, agama, ras, pendirian dan perbedaan pendapat.
“Suatu nikmat besar yang harus tetap ditegakkan agar kehidupan kita didunia dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari guna memenuhi kebutuhan kelaurga serta anak, juga menunjang untuk kehidupan diakhirat kelak, ini merupakan pahala/amal zariah bagi kita bila mengagungkan anak-anak penghafal al-qur’an karena kelak mereka yang akan melanjutkan cita-cita para para guru-guru dan para ulama untuk terus menegakkan kabaikan berdasarkan ajaran agama islam dengan berlandaskan Al-qur’an dan Sunnah,” tegas Syekh Ali Zaber. (Akr)
