BERITA WISATA – Berbagai macam wisata di kala liburan, memang banyak di gemari untuk di kunjungi, untuk melepas kepenatan setelah bersekolah, bekerja, dan sebagainya. Salah satunya Zuama, remaja asal Jambi yang menyempatkan diri, untuk datang ke wisata Religius Lubuak Landua Pasaman Barat.
Nah, sebelum kita mendengar cerita bagaimana Ia bisa sampai ke Wisata Religius Lubuak Landua atau di sebut juga Lubuk Landur Pasaman Barat ini, ada baiknya untuk baca ulasan sejarah berikut ya.
Mengutip dari Haluan.com, Lubuak Landua merupakan salah satu jorong di Nagari Aur Kuning Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berjarak 10 kilometer dari Kota Simpang Empat, atau lebih kurang 4 jam perjalanan dari Kota Padang.
Lubuak Landau terletak di kaki Gunung Pasaman, sebuah desa yang asri dan berhawa sejuk, karena memiliki ketinggian 300 meter di permukaan laut.
Baca Juga : Yuk Intip 8 Wisata Sejarah Paling Populer di Jambi
Konon ceritanya pada tahun 1852 Masehi, di dirikanlah Surau (Masjid) oleh Buya Lubuak Landua Pertama, yang bernama Tuanku Khalifah Sutan Saidina Syech Basyir, atau di kenal oleh masyarakat ‘Syeh Basyir’.
Pada masa kepemimpinan beliaulah, di mulainya Ikan larangan di sungai surau Lubuak Landua.
Lubuk Larangan Lubuk Landua
Salah satu alasan objek wisata Lubuak Landua ini ramai di kunjungi, karena ke elokan ikan larangan yang berada di sungai Batang Luan, yang mengalir di tepi surau Lubuak Landua.
Di ketahui bahwa, Ikan-ikan larangan itu telah berusia ratusan tahun. Sama usianya, dengan Surau Lubuak Landua.
Ikan larangan ini jenis ikan sungai Gariang (Ikan Air Deras), di pelihara, di beri makan dan tidak boleh di ambil sesuai dengan kesepakatan masyarakat masa dulu. Dulunya ikan-ikan ini di beri uduah semacam ilmu teloh, agar tidak di curi. Apabila ada yang mencurinya, akan mendapat penyakit bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Jadi, seperti itulah kiranya gambaran sejarah dari tempat wisata religius ini.
Selanjutnya, kembali pada remaja asal Jambi, Zuama yang datang ke tempat tersebut di Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini, Kamis (13/05/2021).
Baca Juga : Kembangkan Pariwisata di Muaro Jambi, Bupati Masnah Ajak Perusahaan Ikut Bersinergi
Saat berbincang oleh Dinamikajambi.com, Ia mangatakan bahwa tiba di Pasaman Barat sebelum adanya larangan mudik.
“Saya kesini untuk mengunjungi serta lebaran bareng orang tua, kebetulan sedang bekerja di daerah sini. Kita kan sekolahnya juga daring, sebelum adanya larangan mudik saya sudah berangkat ke sini. Jadi sudah isolasi mandiri juga, makanya sekarang bisa jalan-jalan,” ujarnya.
Wisata Religius Lubuak Landua Pasaman Barat
Kemudian Ia juga menyampaikan tentang bagaimana perasaannya, yang bisa berada di tempat itu bersama keluarganya.
“Senang bisa ke sini, tempatnya bagus. Ini kan juga wisata Religius, jadi bisa sekalian berdoa untuk keselamatan dan kesehatan,” kata Siswi SMA salah satu Kota Jambi ini.
Baca Juga : Naas, Kapal Wisata Terbalik di Riau, Korban 40 Orang
Selain itu, Ia juga bisa merasakan sensasi berenang dan memberi makan ikan larangan yang ada di sana.
“Ikannya besar-besar, awalnya takut buat berenang. Tapi liat orang lain gak kenapa-kenapa, jadi ikutan. Ternyata ikannya emang gak gigit, seru banget. Ini hal baru sih buat saya,” ungkapnya.
Buat yang masih penasaran dengan wisata ini, atau sedang melintasi wilayah Pasaman Barat, tempat ini bisa jadi rekomendasi juga buat di kunjungi ya. (Adm)
