Warga Galang Donasi Perbaiki Jalan, Bupati Merangin Malah Anggarkan Lift Rp 2,5 M

MERANGIN – Kondisi Jalan Margoyoso yang rusak parah hingga bertahun-tahun membuat warga harus turun tangan sendiri. Viralnya jalan ini di medsos, warga sindir Bupati Merangin malah anggarkan lift.

Warga terpaksa menggalang donasi untuk perbaikan jalan yang tak kunjung tersentuh anggaran pemerintah. Jalan berlobang, tergenang air, menyulitkan warga melintas dan memperlambat Jalan.

Ironisnya, di tengah keluhan masyarakat tersebut, Bupati Merangin, Muhammad Syukur, justru menganggarkan pembelian lift untuk kantor bupati dengan nilai fantastis mencapai Rp 2,5 miliar.
Kebijakan ini pun menuai kritik tajam dari masyarakat.

Warga menilai pemerintah daerah tidak berpihak pada kebutuhan mendesak rakyat.

“Apakah lift lebih penting dari rakyat? Kami sudah bertahun-tahun menderita. Jalan rusak, sering jatuh, macet, kendaraan juga cepat rusak,” keluh Darto, salah satu warga.

Tak hanya itu, warga juga menyinggung kebijakan tahun sebelumnya yang dinilai tidak tepat sasaran. Proyek pembangunan taman dengan anggaran miliaran rupiah justru menjadi bahan sindiran di media sosial.

“Bupati bukannya berkaca dari proyek taman Rp 3,5 miliar yang sekarang jadi cemoohan warga, sekarang malah foya-foya beli lift. Tolong pak Purbaya, KPK mampir ke Merangin,” ujar warga lainnya.

Saat ini, warga Kecamatan Margo Tabir mengelar aksi patungan perbaiki jalan. Protes itu terlihat jelas dengan tulisan besar “Posko Donasi Perbaikan Jalan Poros Margoyoso”

Pantauan di lapangan, baliho berukuran 300×150 cm tersebut didominasi warna hitam dan kuning layaknya garis polisi. Yang menarik perhatian, dalam baliho tersebut tertulis target donasi yang fantastis, yakni 1 Triliun Rupiah, dengan sumber dana yang diharapkan berasal dari masyarakat.

Tak hanya Jalan di Margo Tabir yang viral, Kabupaten Merangin yang dipimpin Muhammad Syukur kerap viral karena kerusakan Jalan seperti di Jangkat, Renah Pamenang bahkan di kecamatan Bangko sendiri.

Bahkan tahun lalu, viral guru di suruh minta maaf lantaran posting jembatan gantung rusak, bupati malah bikin banyak taman dan perbaiki kandang rusa.

Situasi ini semakin memperkuat kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan dasar, terutama infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Hingga kini, warga berharap pemerintah segera mengalihkan fokus anggaran pada perbaikan jalan yang rusak, agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page