Wajar Saja, Ini Kata Ketua KONI Soal Rangking Terakhir Merangin

MERANGIN – Berada di urutan terakhir, prestasi olahraga Kabupaten Merangin disorot tajam. Carut marut kondisi ini, makin diperparah, dengan munculnya atlet Merangin yang memperkuat kontingen lain. Tak ayal, KONI Merangin jadi sasaran.

Pada DinamikaJambi.com, Ketua KONI Merangin, Slamet Edi Sucipto mengaku hal ini wajar. Slamet beralasan, kontingen Merangin minim biaya di Porprov XXII ini.

Bilangnya, Merangin hanya mampu mengirim 300 atlet. Itu pun, hanya bermodalkan sepatu dan jaket.

“Kami pergi cuma bermodalkan sepatu dan jaket. Karena duitnya tidak ada,” ungkapnya, Minggu (25/11)

Anggaran untuk ini, Slamet bilang, KONI mendapatkan anggaran Rp 2 Milyar. Duit segitu, untuk pemusatan latihan atau TC, belanja peralatan, pakaian tanding dan parade, makan minum, transportasi, penginapan dan asuransi.

“Kita anggaran paling kecil seProvinsi Jambi,” katanya.

Bila pada perhelatan 2015 silam Merangin bertengger di posisi 7 dengan Raihan 55 medali emas, tahun 2018 dengan jumlah atlet lebih kecil, Slamet mengklaim penyebab Raihan 17 emas dan berada di posisi 11 dari 11 kabupaten/kota.

Selain itu, dirinya juga mengatakan, Merangin tidak melakukan pembinaan kepada atlet-atlet merangin.

“Wajar saja kalah. Atlet tidak pernah melakukan pembinaan. Dan banyak atlet Merangin yang pindah ke kabupaten lain,” tambahnya.

Belakangan, penelusuran DinamikaJambi mendapati sejumlah atlet mengusung daerah lain seperti Takraw yang memperkuat Kota Jambi. Atlet Merangin ini menyumbangkan 1 medali emas dan 2 perunggu. Selain itu, ada 6 pemain sepakbola Merangin yang memperkuat Kabupaten Sarolangun.

Penurunan prestasi olahraga ini, banyak pihak yang meminta agar Slamet mengundurkan diri dari Ketua KONI Merangin.

Slamet pun menanggapi dengan santai terkait kabar ini. Dirinya mengatakan, hal itu percuma. Bilangnya, bahwa masa jabatannya akan habis pada Desember 2018. Dan untuk panitia pemilihan Ketua KONI sudah di bentuk.

“Masa jabatan saya Desember 2018 habis. Panitianya sudah di bentuk. Saya tidak nyalon lagi,” ungkapnya.

“Percuma kalau tidak di perhatikan pemerintah,” tambahnya. (Tr05/Win)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033