VIRAL – Calon penumpang Lion Air ngamuk, gara-gara surat keterangan hasil tes PCR (polymerase chain reaction) miliknya, di nyatakan hangus setelah jadwal penerbangan di tunda.
Calon penumpang Lion Air dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali dengan tujuan Bandara Hassanudin Makassar, itu bernama Ferdinando Seferi dan Hilda Puranma Janiarti.
Baca juga : Besok Ketua MPC PP Dilantik Jadi DPRD Muaro Jambi, Ini Kata Wakil Pimpinan Dewan
Keduanya penumpang Lion Air ini ngamuk, alias marah besar setelah jadwal penerbangan mendadak di tunda. Dan di-reschedule oleh pihak maskapai Lion Air, Senin (26/7).
Sesuai informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Bali (jaringan pojoksatu.id), rencananya kedua penumpang ini akan terbang dari Bali menuju Makassar pada pukul 14.10 WITA. Dan tiba di Makassar pukul 15.30 WITA.
Kedua calon penumpang Lion Air ini mengaku, telah mengantongi bukti hasil test Swab PCR dengan hasil negative.
Bahkan keduanya juga telah tiba di terminal, keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai Tuban, Kuta, Badung.
Namun, tiba-tiba, pihak maskapai memberikan informasi mendadak, terkait penundaan penerbangan dengan alasan PPKM di perpanjang. Padahal, surat PCR hanya berlaku 2×24 jam setelah di terbitkan.
“Keberangkatan, saya semestinya tanggal 26 hari ini. Ada dua orang dengan jam keberangkatan, pukul 14.10 WITA dari Bali ke Makassar. Sampai di bandara tiba-tiba di tunda besok. Padahal PCR berlaku sampai 26 Juli, pukul 20.00 WITA,” terang Ferdinando.
Minta Solusi Dari Maskapai
Nah terkait penundaan jadwal penerbangan, Ferdinandi pun kemudian meminta solusi dari pihak maskapai. Ia meminta solusi terkait batas masa berlaku test PCR.
“Saya minta solusinya, bahwa saya minta bagaimana solusi terbaik persoalan ini,” ucapnya.
Ia mengaku banyak calon penumpang protes, karena PCR habis masa berlakunya gara-gara jadwal penerbangan di tunda.
“Saya minta solusi pihak Lion Air perpanjangan PCR, karena alasannya urus tiket. Banyak warga yang meminta solusi, biayanya mahal Rp 900 ribu dan keluarnya lama satu hari. Kalau Rp 1.200.000 keluar 5 jam. Ada dua harga hasil yang sama beda waktu saja,” ujar Ferdinando.
Berita lain : Turun 3 Persen Dari 2021, Berikut Rincian APBD Muaro Jambi 2022
Meski protes, Ferdinando mengaku tidak mendapat solusi dari pihak maskapai.
Ferdinando menyebut, akibat keputusan sepihak dari maskapai, banyak penumpang yang di rugikan dengan alasan tidak jelas.
“Kami dan para penumpang lain jujur sangat di rugikan. Apalagi untuk tes PCR juga tidak murah,” cetus Ferdinando.
Sumber : Pojoksatu.id
