JAMBI – Penyebaran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) program pendidikan Jokowi-JK oleh Caleg Gerindra di Jambi, menjadi viral. Berbagai sorotan tajam pun, disampaikan warganet penguna Facebook.
Pemberitaan beasiswa yang seharusnya penyaluran melalui Dinas Pendidikan itu, malah disalurkan lewat formulir berlogo Gerindra dan sang Caleg. Malah parahnya, terdapat formulir lengkap dengan materai dan ditandatangani berikut Caleg yang diduga harus dipilih.
Kasus ini sudah dilayangkan ke Bawaslu Provinsi Jambi. Belakangan, Dir Hukum dan Advokasi TKD Jambi meminta Jokowi untuk membatalkan beasiswa yang disalurkan oleh Caleg Gerindra.
“Kembali ke zaman orde baru kalau mau menikmati harus tunduk dengan golongan karya. persis sekali,” ungkap Setiaji Pamungkas
“Dak ado modal nak niputulah kerjoaannyo, program pemerintah dijualnyo,” tulis Iwan Hadi.
Sorotan juga disampaikan penguna media sosial untuk penyaluran PIP melalui direktorat dan disusulkan sekolah.
“Yang berhak mengusulkan tunjangan PIP itu adalah operator sekolah melalui link dapodikdas….dilihat/diambil berdasarkan data rentang siswa yg ada dlm data Informasi dapodik….jdi kalau caleg yg mengusulkan tdk nyambung…pelanggaran itu namanya…proses aja Ndan…Rahman …,” tulis akun Budi Yono

“Kejar terus…. kocok sampe muntah. Issu negatif jugo la banyak behamburan soal beasiswa ni.
Cuman sikok ni bagus, sampe ado yang memoto dan menyebar ke Nasional. Balak 12 lagi.. 😂😂😂😂,” bilang Syaiful Sulaiman.
Akun Andri Ode, berbeda dengan komentar para warganet. Bilangnya, itu jalur komunikasi via Caleg RI.
Berita Terkait : Caleg Gerindra Bagikan Beasiswa, PKB : Ini Program Jokowi
“Itu jalur komunikasinya om, kalo caleg RI yang lain siap menawarkan juga program itu yaaa silakan
Masyarakat butuh pembuktian publik, bukan opini publik om 😅😅😅,” kata Andri Ode
Pro kontra pun bergulir. Ada yang membenarkan, ada pula yang menyalahkan.
“yang membenarkan alias membela pasti dapat keuntungan dari hal tersebut,” kata Dewi Fitrie Anisa. (Erw)
