Upaya Perlindungan Habitat Alam Kota Jambi Dalam Bingkai Ekologi Pemerintahan

Komitmen menggelitik Mahasiswa Universitas Jambi dalam sebuah upaya menjadi garda terdepan Perlindungan Habitat Alam untuk Masa Depan Bangsa.

“Aku Jelek” Ucap Yosua Apriando Sialagan (20), merupakan mahasiswa Universitas Jambi dengan fokus program studi Ilmu Pemerintahan. Bukan tanpa alasan Yosua mengucapkan kalimat tersebut dalam sebuah video edukasi yang sedang ia kerjakan bersama rekan-rekannya.

“Aku jelek jika terus-terusan tidak peduli pada kelestarian lingkungan dengan masih membuang sampah sembarangan, mencemari sungai dengan bahan kimia, dan membakar hutan demi kepentingan pribadi,” lanjutnya.

Ya, dalam sebuah projek realisasi dari mata kuliah ekologi pemerintahan, Yosua bersama rekan-rekannya mengangkat tema ‘Perlindungan habitat alam’ yang mencakup seluruh klasifikasi dari alam seperti hutan, sungai dan juga tengah kota yang padat pemukiman warga.

Mengutip dari website resmi pemerintah Provinsi, tertera bahwa Jambi sendiri merupakan suatu wilayah dengan luas mencapai 205,38 km2.

Dengan luas wilayah tersebut Jambi menjadi provinsi dengan alam yang beragam, mulai dari lingkungan hutan sampai lingkungan perairannya. Baik hutan, perairan maupun perkotaan selalu ada saja penduduk yang mendiami nya.

Habitat alam ibarat jalinan rumit yang saling terhubung. Setiap spesies memainkan peran tertentu, seperti penyerbuk tumbuhan, predator pengontrol populasi, atau penghancur dedaunan yang menyuburkan tanah.

Hilangnya habitat dapat mengganggu keseimbangan ekologis ini, berdampak pada rantai makanan dan kelangsungan hidup seluruh ekosistem.

Untuk itu urgensi perlindungan habitat alam ini sudah bukan hal yang asing ditelinga kita dan harus menjadi fokus utama baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Jambi sendiri memiliki Kawasan hutan yang mencapai angka jutaan hektare.

Namun, dalam kurun waktu 50 tahun Kawasan hutan tutupan di Jambi telah berkurang dan Jambi telah kehilangan 73% wilayah hutan nya.

Penipisan tutupan hutan akan menyebabkan banyak dampak buruk yang bisa menyengsarakan masyarakat secara langsung seperti akan terjadi peningkatan kerentanan terhadap bencana seperti banjir dan longsor, yang juga akan semakin parah jika masih dilakukan eksploitasi sumber daya alam tidak terkendali dan perubahan iklim yang ekstrem.

Selain Kawasan hutan, di daerah tepi sungai banyak penduduk yang juga mengeluhkan kawasan mereka rawan banjir akibat luapan air yang tidak dapat di bendung lagi.

Dalam sebuah wawancara, Yosua dan rekan-rekannya mereka menemukan keluhan dari masyarakat yang memiliki kebiasaan memancing, dalam wawancara tersebut para pemancing mengatakan dari tahun ke tahun hasil tangkapan mereka semakin sedikit dan sungai mulai di penuhi sampah plastik sehingga mengganggu aktifitas mereka.

Fakta-fakta tertera diatas menjadi urgensi mengapa kita perlu menjaga dan melindungi habitat alam untuk keberlangsungan hidup kita sekarang dan masa depan.

Sebagai anak muda dan juga mahasiswa yang memikul beban untuk selalu merangkul masyarakat kecil, mahasiswa memiliki tugas sebagai agent of control di tengah masyarakat.

Untuk itu melalui projek sederhana dari realisasi mata kuliah ekologi pemerintahan yang memiliki fokus pada bagaimana caranya kebijakan pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan dan pelestarian lingkungan demi kebaikan keberlanjutan ini.

Dengan menyoroti bagaimana lingkungan hidup masyarakat Jambi dan melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat di beberapa lingkungan tempat tinggal yang berbeda, video edukasi disusun sesuai dengan kebutuhan dan harapannya dengan adanya video edukasi ini sasaran Yosua dan rekan-rekannya bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga berharap lebih pada tindakan pemerintah agar lebih tegas dan inovatif dalam komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Lingkungan adalah hidup kita, satu langkah kecil akan membawa pengaruh besar bagi keberlanjutan bumi yang sudah tua ini. Mari berkomitmen penuh terhadap kelestarian lingkungan.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page