Terisolir Pasca Banjir, Warga Ngaol : “Dimana Bupati? Gubernur Tolong Kami”

MERANGIN – Pasca banjir bandang yang melanda Merangin pekan ini, akses jalan dan jembatan tak bisa dilalui kendaraan. Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Tabir Barat terancam kelaparan. Khususnya Desa Ngaol, warga mengaku belum mendapatkan bantuan.

Hal ini disampaikan salah satu warga pada awal media, Kamis (28/4) malam. Adam, salah satu warga kecewa dengan tak kunjung datangnya bantuan. Padahal, kondisi warga semakin memperihatinkan terlebih dengan terputusnya akses jalan.

“Sangat memprihatinkan. Kami butuh bantuan. Kebutuhan air dan makan sangat mendesak sekali,” kata Adam yang mengaku harus berjalan kaki dan menempuh jalur sungai untuk keluar dari desanya.

Kata Adam, ada 3 rumah yang terkena dampak paling parah. Diantaranya, terseret arus sungai sekitar 50 m. Sejumlah kendaraan tampak terendam lumpur. Tak sampai disitu, diperkirakan, ada 100 ha sawah yang rusak.

“Ada 3 mobil yang terseret arus. Ada 3 rumah yang salah satunya terseret sampai 50 m,” jelasnya.

Adam mempertanyakan perhatian pemerintah pada warga Desa Ngaol. Padahal, Adam bilang, desanya mengalami dampak banjir paling parah. Ada 16 titik longsor yang disebutnya.

“Bupati kemaren datang. Tapi kenapa bantuan belum juga datang? Tolonglah kami. Pak Gubernur, tolong kami,” kata Adam.

Menariknya, kedatangan Bupati Merangin pada lokasi banjir, didampingi Kepala BPBD Merangin, Ibrahim. Birokrat ini berasal dari daerah setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *