Teng, Terdakwa 13 Santriwati Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri

BERITA VIRAL – Terdakwa pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan dituntut kejati hukuman mati dan kebiri kimia. Bahkan, Ia juga di denda hingga 500 juta rupiah.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi tuntutan Kejati Jabar melalui jaksa Asep N Mulyana, yang memberikan hukuman berat yakni hukuman mati pada terdakwa pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan.

Baca juga : Investor Tawarkan Bangun Jalan Khusus Batubara, Ini Jawaban Pemprov Jambi  

Kejati Jabar menuntut hukuman mati dan kebiri kimia kepada Herry Wirawan. Sebab, katanya, tuntutan jaksa itu menjadi upaya menunjukkan ketegasan hukum, berkeadilan dan membuat efek jera kepada pelaku.

“Hormat kepada jaksa penuntut umum, yang berani menuntut dengan tuntutan yang terberat,” tulis HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid melalui keterangan persnya, Rabu (12/1).

Legislator Daerah Pemilihan II DKI Jakarta itu, menilai tuntutan kepada Herry sudah sesuai, yakni memakai Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan ayat (5) jo Pasal 76D UU Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Instrumen hukum yang ada sudah sangat cukup memadai, untuk menjatuhkan hukuman maksimal,” tuturnya.

Aspirasi Masyarakat

Legislator Fraksi PKS itu mengatakan tuntutan kepada Herry, sudah menjadi aspirasi masyarakat luas. Di mana yang merasa geram, dengan kebiadaban di lakukan terdakwa.

Ia pun berharap majelis hakim sidang perkara pemerkosa 13 santriwati, bisa jernih menimbang temuan hukum.

“Penting bagi majelis Hakim untuk dapat menimbang secara jernih. Hadirkan kewibawaan dan keadilan hukum, dengan mengabulkan tuntutan terberat itu,” beber HNW.

Herry Wirawan, 36, terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, di tuntut hukuman mati dan di kebiri kimia, oleh jaksa Kejati Jawa Barat.

Baca juga : Masuk Pekan Ke-2 Januari 2022, Harga Sawit di Jambi Naik Lagi

Tidak hanya itu, pelaku juga di denda sebesar Rp 500 juta. Tuntutan tersebut di bacakan Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana, dalam sidang tuntutan kasus asusila oleh oknum guru sekaligus pimpinan pondok pesantren Madani Boarding School itu.

JPU Asep mengatakan tuntutan hukuman mati itu, di berikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban. Serta mengalami kehamilan, di nilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

“Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami, untuk memberikan efek jera kepada pelaku.” kata Asep di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Sumber : Jpnn.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033