SUMUT – Penemuan mayat di Sungai Denai di Dusun I Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang gegerkan warga. Diduga, kejadian ini terkait pengerebekan judi oleh polisi.
Diduga gara-gara takut ditangkap petugas karena kedapatan bermain judi, seorang pria bernama Afrizon P H Simatupang (42), nekat melompat ke sungai. Ditemukan sehari kemudian, Afrizon sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Warga Jalan Seksama Ujung Nomor 76 Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai ini ditemukan meregang nyawa belasan kilometer dari tempatnya melompat. Afrizon ditemukan dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai.
Menurut keterangan saksi mata, Dedi Aritonang (45), peristiwa tragis itu terjadi pada hari Rabu, 28 Agustus 2019 sekitar pukul 02.15 WIB.
Saat itu, disebutkan Dedi, korban bersama dengan 4 temannya sedang bermain judi kartu. Kelima orang itu bermain judi di Jalan Seksama ujung Gang Pejuang tepatnya di pinggir Sungai Denai di belakang warung.
“Sewaktu bermain judi, tiba-tiba ada sekitar 20 orang polisi datang. Kalau tidak salah dari Polda Sumut yang melakukan penggerebekan di lokasi,” ucap Dedi Aritonang lewat sambungan telepon selulernya, Kamis (29/8/2019).
Selanjutnya, Dedi menerangkan, karena takut ditangkap petugas, mereka langsung melompat ke Sungai Denai dan terbawa arus. Namun, beda dengan Afrizon yang tewas, 4 rekannya selamat.
“Setelah sehari hanyut dibawa arus sungai, kemudian jasad korban ditemukan Sofiansyah warga Dusun I Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat membetulkan sampan (perahu) miliknya. Sedangkan keempat rekannya yang ikut melompat selamat,” terangnya.
Berita lainnya : Banjir Sungai Penuh, 4 Napi Nekat Kabur Lewat Saluran Air
Dari keterangan warga sekitar, bersama salah seorang kepala dusun bernama Dodi Irawan menarik mayat ke darat. Mayat tersebut ditarik ke pinggir sungai dengan menggunakan tali, kemudian, menghubungi petugas Polsek Percut Sei Tuan.
Petugas yang menerima informasi adanya penemuan mayat langsung menuju ke lokasi.
Berita lainnya : Main Judi, Emak-emak di Kerinci Ditangkap Polisi
Saat ini, kata Kapolsek, jasad korban dibawa ke RSU Bhayangkara guna visum. Saat ditanya kemungkinan korban melompat ke Sungai lantaran takut ditangkap, mantan Kanit 4 Sudit 3 Ditres Narkoba Polda Sumut ini mengatakan, pihaknya tidak mau berspekulasi.
“Kalau soal itu, kita tidak berspekulasi. Namun, dari keterangan saksi di TKP, korban melompat karena takut ditangkap. Walau demikian, untuk penyebabnya masih menunggu hasil visum,” pungkasnya dilansir KitaNews.com
Sumber Berita : Klik Disini
