BERITA JAMBI – Buntut dari dugaan pengeroyokan sesama mahasiswa, yang menimpa salah satu Kader HMI Universitas Islam Negeri (UIN)Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, bermuara pada laporan Polisi. Tak puas hanya pada laporan Polisi, HMI UIN STS Jambi geruduk rektorat, Rabu (08/12/2021).
Sebagaimana di ketahui, beberapa waktu lalu dugaan pengeroyokan sesama mahasiswa, menimpa salah satu Kader HMI UIN STS Jambi. Yang mana, hal itu di picu oleh perdebatan akan gelaran diskusi kampus, yang berujung pada dugaan pengeroyokan.
Baca juga : Media Workshop Tentang Bagaimana Kerja Pemeriksaan BPK RI Jambi
Tak puas hanya melayangkan laporan Kepolisian, kali ini HMI UIN STS Jambi gelar aksi demonstrasi atau geruduk di depan Gedung Rektorat.
Dari keterangan tertulis yang di terima oleh Dinamikajambi.com, Indro Miko menjelaskan, aksi tersebut membawa 3 tuntutan pada Rektorat UIN STS Jambi.
“HMI Koordinator Komisariat (Korkom) UIN STS Jambi, meminta agar pihak Rektorat UIN STS Jambi. Menghentikan segala bentuk premanisme di Kampus UIN STS Jambi,” ungkapnya.
Tegas
Selanjutnya, atas kejadian beberapa waktu lalu, pihaknya meminta Rektorat UIN STS Jambi, untuk memberikan sanksi akademik pada oknum mahasiswa tersebut. Yang mana, hal ini guna beri efek jera.
“Bersikap tegas dan meminta pihak rektorat. Harus memberikan sanksi tegas kepada oknum yang melakukan pengeroyokan,” tukasnya.
Tak putus sampai di situ, guna terjadinya pengaturan terhadap aktivitas organisasi eksternal kampus. Organisasi yang identik dengan motto Yakin Usaha Sampai ini, meminta pihak rektorat untuk mengeluarkan regulasi.
Lihat juga video : Klik Disini
“Meminta pihak rektorat, mengeluarkan surat keputusan rektor tentang regulasi organisasi eksternal kampus.” tutupnya.
Untuk di ketahui, aksi tersebut dilakukan oleh puluhan mahasiswa. Pada perjalanannya, di ketahui sempat memanas namun kembali kondusif. Dan di sambut langsung oleh Wakil Rektor III UIN STS Jambi, Dr Bahrul Ulum. (Tr01)
