JAMBI – Aktifis Angkatan Muda Thareqat Islam (AMTI), Tajri Dannur (TD) kembali turun ke jalan. Bila sebelumnya TD beraksi mengenakan seragam wisuda dan pemasangan masker pada patung saat kabut asap, kali ini, aksi nyentrik TD untuk pembangunan Gedung Bazda yang menghabiskan anggaran puluhan milyar rupiah, TD atau juga dikenal Memet ini mengenakan pakaian islami. Namun mendadak, ditengah aksinya ini, Memet didatangi sejumlah orang yang diduga suruhan sekitar pukul 10.30 Wib dan memaksa demo dihentikan.
Terang saja, Memet yang beraksi sendirian dimulai sekitar pukul 9.30 Wib ini terkejut. Memet mengaku tak mengenal sedikit pun diantara kelompok yang juga merampas selebaran dan tangga yang menjadi alat demonya.
“Saya tidak kenal dengan orang-orang tersebut. Mereka mengaku dari pihak perusahaan dan meminta saya untuk menghentikan aksi ini,” kata Memet saat ditemui awak media.
“Saya hanya ingin menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian bahwa gedung yang megah dan mewah itu hingga kini belum bisa dimanfaatkan untuk kebaikan umat islam. Padahal, sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 25 milyar.” pungkasnya.
Dalam selebarannya, Memet merinci anggaran yang dihabiskan untuk Gedung Bazda. Secara berturut turut dari 2014 sebesar Rp 15 Milyar, 2015 dengan anggaran Rp 5 Milyar dan terakhir untuk tahun 2016 menyedot anggaran Rp 2,5 Milyar. Memet bilang, pembangunan gedung ini membuatnya malu dengan agama non muslim. Islam, kata Memet, adalah agama yang sederhana dan bukan mubazir.
Sementara pada aksi paksa sejumlah orang ini, diantaranya mengancam Memet yang juga pengurus harian olahraga panjat tebing, FPTI Provinsi Jambi. Dengan nada tinggi, orang yang sempat dipanggil “Nton” ini juga menyebutkan sejumlah kata-kata yang kotor seperti “anjing”
“Awas kau demo lagi. Ku culik kau malam-malam,” kata salah satu orang yang mendekati TD dengan nada tinggi
Tak hanya mengancam, kedatangan sejumlah orang yang diyakini wakil perusahaan itu juga mengeluarkan kata-kata kasar pada demo yang bertempat di depan Kantor Kajati Jambi itu. Mereka juga mengambil paksa selebaran demo dan tangga yang menjadi bagian aksi demo Memet.
“Kamu bawalah orang 12 truk,” katanya menunjuk dada seolah menantang.
Tak ayal, kejadian ini menjadi perhatian banyak penguna kendaraan. Bagaimana tidak, aksi demo yang juga dikawal aparat keamanan ini, terjadi ditengah jalan perkantoran yang padat dan ramai.
Usai memaksa berhenti, sejumlah orang ini lantas meninggalkan Memet. Sebelumnya, sejumlah aktifis lain yang berada tak jauh dari lokasi langsung melerai keributan.
