JAMBI – Selain masyarakat yang kompak dan sadar akan bahaya virus Corona, Pemkab Tanjabtim juga tegas dalam tangani wabah Covid-19, yang saat ini terus berkembang di Provinsi Jambi.
Sebagaimana diketahui, wabah Virus Corona atau Covid-19, yang saat ini terus merebah di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Jambi, tentu bukan lagi menjadi rahasia umum.
Baca juga : 1 Pasien PDP di Sarolangun Dinyatakan Sembuh
Bagaimana tidak, di Provinsi Jambi sendiri sudah tercatat 32 warga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, dan hanya satu orang yang berhasil sembuh.
Catatan Apik Tanjabtim
Namun, secara mengejutkan dari 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi, hanya Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang hingga saat ini masih aman, dari wabah Covid-19 tersebut.
Catatan apik Kabupaten Tanjabtim, dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini patut diacungi jempol. Mengingat hingga saat ini, tidak ada satupun warganya yang tercatat sebagai ODP, PDP, maupun pasien Positif.
Jangankan pasien positif, ODP dan PDP pun jarang ditemukan, di negeri Sepucuk Nipah Serumpun Nibung tersebut.
Lalu apa cara pemerintah setempat, sehingga wabah tersebut hampir tak pernah terdengar, di Kabupaten Tanjabtim itu ?
Dikatakan Wakil Bupati Tanjabtim, H. Robby Nahliyansyah saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com pada Kamis (30/04/2030) malam.
Robby sedikit bercerita, tentang upaya yang mereka lakukan dalam pencegahan, dan penanganan wabah Virus Corona di Negeri Serumpun Nibung itu.
Ia menyampaikan, disamping kesadaran dari masyarakat dan kekompakan seluruh elemen, dan TNI Polri setempat, Pemkab Tanjabtim juga harus tegas dalam tangani Covid-19 ini.
Tegas Tangani Covid-19
Bahkan ia menyebut, pihaknya tidak segan-segan meminta pedagang atau masyarakat, yang masih membandel terhadap instruksi pemerintah, untuk keluar dari Tanjabtim.
“Sederhana sekali, contoh sederhana anak-anak santri kita, melalui Kecamatan Desa dan orang tua santri, kita ajak mereka untuk sama-sama karantina mandiri dilakukan. Ini dibawah pengawasan aparat setempat,” papar Robby melalui selulernya.
Selanjutnya masyarakat yang melakukan riwayat perjalanan, mereka data sedemikian rupa di posko-posko. Baik pintu masuk kabupaten, maupun kecamatan dan desa.
“Untuk selanjutnya, kita ajak untuk tidak melakukan interaksi sosial dengan masyarakat, selama masa karantina mandiri.” Jelasnya.
Kemudian, begitu juga dengan pedagang kalangan. Pemda dan aparat Kepolisian dan TNI, sudah melarang seluruh pedagang diluar wilayah Tanjabtim. Agar tidak datang ke pasar kalangan, yang ada di wilayah Tanjabtim.
Bahkan mereka tidak segan-segan meminta pedagang tersebut, untuk keluar dari Tanjabtim jika masih membandel.
Lihat juga video : Samsat Merangin Siap Terima Laporan
“Jika kita temukan masih ada, maka pedagang tersebut dengan berat hati akan diminta untuk meninggalkan wilayah Tanjabtim.” Tegasnya.
Dengan demikian ia berharap, upaya ini kedeapnnya terus berjalan dengan baik, sehingga wabah Virus Corona ini benar-benar terputus di Kabupaten Tanjabtim. (Nrs)
