JAMBI – Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Lembaga Pembela Islam (LPI) gelar aksi depan kantor Walikota Jambi, Rabu (27/3/19).
Kedatangan FPI dan LPI di depan kantor Walikota Jambi, yakni guna menuntut Pemerintah Kota Jambi untuk menutup semua tempat maksiat dan minuman keras yang ada di Kota Jambi.
Menurut mereka, selaku Front Pembela Islam tidak menyetujui dengan adanya tempat-tempat yang mengandung kemaksiatan dan minuman keras.
Bagi mereka, generasi muda di kota Jambi itu sangat diperlukan akan hal-hal yang lebih positif, guna menumbuhkan kreativitas dan mental yang baik untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.
Seperti yang dikatakan salah satu dari mereka dalam orasinya, apabila tempat maksiat dan minuman keras masih terus dibiarkan, apa jadinya nanti para generasi muda di Jambi.
“Apa yang akan dilakukan generasi muda kita nantinya, kalau tiap malam mereka selalu nongkrong di tempat hiburan sambil minum-minuman keras.” bilang salah satu dari mereka dalam orasinya.
Untuk itu, demi menjaga rusaknya generasi muda saat ini, mereka meminta kepada Pemerintah Kota Jambi untuk menutup semua tempat maksiat dan minuman keras yang ada di Kota Jambi.
“Tidak ada hal-hak yang membenarkan segala perbuatan keji, tidak ada yang membenarkan prostitusi, minuman keras, semua tidak ada yang sesuai dengan aturan mana pun. Untuk itu, jelas kami selaku Front Pembela Islam yang berdiri atas dasar aturan sunnah, hadis, ada yang bersendi syarak yang bersarang di Kota Jambi ini tidak menginginkan adanya tempat maksiat dan minuman keras di Kota Jambi ini,” tegasnya.
Selanjutnya, usai menggelar aksi tersebut, selang beberapa jam, perwakilan mereka langsung diminta untuk ke ruangan di kantor Walikota Jambi, guna untuk melakukan audiensi terkait aksi mereka tersebut.
Hingga kini, audiensi tersebut masih berlangsung. Sementara itu, di sekitar lokasi sudah ada pihak kepolisian yang berjaga-jaga mengamankan aksi itu.
(Nrs)
