BERITA JAMBI – Tahun kedua Pandemi Covid-19, membuat sebagian besar Kampus melaksanakan Wisuda Online. Salah satunya Universitas Jambi (UNJA) , ini yang di rasakan oleh mahasiswa, wisuda online.
Pandemi Covid-19 ini, tampaknya belum mengalami angka penurunan. Betapa tidak, baik dari skala Nasional hingga ke daerah, belum menunjukkan grafik yang landai.
Baca juga : Polres Muaro Jambi Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Seperti halnya, dengan Provinsi Jambi. Yang mana, berdasarkan Update Satgas Penanganan Covid-19 per 27 Juli 2021.
Dari data tersebut, menunjukkan peningkatan sebesar 226 terkonfirmasi. Lalu, untuk angka kematian Covid-19 sebesar 14 orang.
Atas hal itu, mengakibatkan beberapa Perguruan Tinggi di Jambi, menempuh kebijakan daring sejak setahun silam.
Tak terkecuali, pada prosesi Wisuda Universitas Jambi atau UNJA yang di selenggarakan mahasiswa yang wisuda online pada Selasa, (27/07/2021) kemarin. Ternyata, hal ini membawa cerita tersendiri bagi yang mengikutinya.
Betapa tidak, Prosesi Wisuda yang seharusnya momen bahagia, yang di kenang seumur hidup itu. Kini, agaknya membawa cerita tersendiri oleh prosesi Wisuda Online.
Seperti penuturan salah satu Wisudawan Unja, Rio saat di konfirmasi pada Rabu (28/07/2021).
Ia mengatakan, turut mendoakan Covid-19 segera berakhir.
“Kayak ada yang kurang sih. Biasanya senior-senior yang udah wisuda duluan itu, bisa kumpul di kampus. Sekarang, kita bertatap wajah di depan layar. Semoga cepat berlalulah,” ungkapnya.
Tak Bisa Nostalgia
Untuk di ketahui, beberapa kali Wisuda terakhir, Universitas Jambi menggelar Wisuda menggunakan streaming Youtube.
Lantas, Rio mengatakan, untuk momentum yang jarang di rasakan seumur hidup ini. Tak bisa bernostalgia bersama rekan seperjuangan.
Padahal, untuk mengemban gelar Strata I atau Sarjana ini, minimal memakan waktu kurang lebih 4 tahun.
Itu artinya, dalam 4 tahun memiliki kisah indah hingga kisah dramatis. Lantas, atas prosesi Wisuda Online itu, tak bisa bernostalgia di Kampus tercintanya.
“Wah, banyak kisah lah. Begadang ngerjain Skripsi, nunggu tandatangan Dosen Pembimbing bareng kawan. Ya, kita gak bisa merayakan wisuda bareng-bareng. Gak bisa bernostalgia lah intinya.” tambahnya.
Terakhir, sembari tersenyum Pria kelahiran Kota Jambi ini mengungkapkan, hanya bisa saling mendoakan dan berkomunikasi daring dengan rekan-rekannya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Tentunya, untuk mempersiapkan kehidupan yang nyata, usai mengemban gelar Sarjana.
“Hanya bisa mendoakan ajalah. Ya semoga sukses di tempat masing-masing. Terus, bisa berbagi info lowongan kerja.” tutupnya.
(Tr01)
