Sudah Retak…! Rigit Beton Desa Tebing Tinggi Dipertanyakan

MUARA BULIAN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jembatan Masyarakat (Jemmas) melakukan aksi demo di Dinas PUPR Kabupaten Batang Hari. Mereka mempertanyakan pembangunan jalan Rigit Beton yang berada di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung.

Koordinator Lapangan (Korlap), Hairun Nizom, dalam orasinya mengatakan, pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana fisik harus melalui beberapa tahapan. Seperti, perencanaan serta perhitungan teknis agar pembangunan tersebut mempunyai kualitas yang baik. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Namun, lanjut Nizom, pembangunan Rigit Beton yang menghabiskan dana APBD ratusan juta tersebut, pengerjaannya tidak sesuai platform. Sehingga, baru selesai dibangun saja, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan.

“Kami menyayangkan pembangunan Rigit Beton di Desa Tebing Tinggi yang dikerjakan oleh CV. Sahabat Karya Sejati. Pembangunan itu menggunakan dana APBD Tahun 2017 sebesar Rp 362.837.000. Kami duga dikerjakan tidak sesuai bestek, karena pekerjaan baru selesai, jalan tersebut sudah banyak yang retak,” katanya.

Perwakilan Jemmas diterima pihak Dinas PUPR untuk berdialog

“Karena itu, kami minta kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batang Hari untuk meninjau ke lapangan, dan memanggil pihak rekanan agar memperbaiki jalan Rigit Beton tersebut,” ujar Nizom melanjutkan.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Batang Hari, Delson Sinaga, usai aksi demo menjelaskan, segera menyurati pihak rekanan untuk melakukan perbaikan. “Kami terima kasih atas aksi yang dilakukan LSM Jemmas, yang telah melaporkan pekerjaan tersebut. Kita dari Bidang Cipta Karya akan turun ke lokasi, dan menyurati pihak rekanan untuk memperbaikinya,” tuturnya.

Ditanya soal kurangnya peranan dari pihak konsultan pengawas dalam pekerjaan tersebut, Delson tidak memberikan komentar apa-apa. (Akr)