Suara Kades Ini Makin Keras, Saat Bicara Tapal Batas

MUARO JAMBI – Kepala Desa Ladang Panjang, Hamdi mengungkapkan kekecewaannya pada persoalan desa yang dihadapinya. Permasalahan makin menjadi, saat peluang pemekaran desa didepan mata.

Ditemui dikediamannya baru-baru ini, Hamdi bersuara keras dengan berlarutnya permasalahan tapal batas desanya. Perjuangannya untuk tapal batas Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam dengan Kabupaten Bayung, Sumatera Selatan, tak kunjung membuahkan hasil.

“Kami itu hanya dijanjikan. Datang kesini bilang akan bantu. Sampai sekarang ngak ada hasilnya. Jadi pemimpin itu, harus amanah. Kalau kami bisa, kami yang urus sendiri. Tapi ini masalah provinsi. Kami ini cuma orang desa. Ngak bisa apa-apa,” kata Kades dengan suara keras.

Hamdi berharap, pemerintah provinsi mau memperjuangkan tapal batas desanya. Pasalnya, banyak pembangunan desa maupun kepentingan masyarakat, terganjal oleh tapal batas. Belum lagi, soal data kependudukan.

“Yo soal tanah. Warga mau bikin surat, sertifikat. Tapi itu masuk wilayah Palembang (Sumsel,red). Listrik juga. Itu kita minta perbaiki, dibilang wilayah Palembang,” ungkap Kades.

Hamdi pun tak mampu menutupi kekecewaannya terkait pemekaran desa. Bersama 3 desa lain, Desa Ladang Panjang diusulkan untuk dimekarkan. Namun dengan persoalan tapal batas, pemekaran terancam gagal.

“Pemekaran apa mas. Kita bagi wilayahnya, tapi masuk wilayah Palembang. Trus kita bagi penduduknya, bisa ngak mencukupi karena masuk wilayah luar.” bilangnya lirih. (Win)

You cannot copy content of this page